PONTIANAK POST - Alat Biological Safety Cabinet (BSC) yang digunakan untuk mencampur obat kemoterapi bagi pasien kanker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso mengalami kerusakan. Akibatnya, untuk sementara pelayanan yang menggunakan alat tersebut hanya diprioritaskan bagi pasien-pasien lanjutan dan menggunakan BSC milik Rumah Sakit Umum (RSU) Santo Antonius.
Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi mengungkapkan, pihaknya akan segera mengganti alat BSC yang rusak agar pelayanan yang diberikan kembali normal.
"Alat BSC untuk mencampur obat kemo di dalamnya kemarin (Senin) siang mengalami kerusakan. Jadi sementara untuk pasien lanjutan hari ini (kemarin), kami menggunakan BSC di RSU Antonius, karena yang BAC baru di RS kota ruangannya belum siap," ungkapnya kepada Pontianak Post, Selasa (21/1).
Alat BSC milik RSUD Soedarso menurutnya memang sudah harus diganti dengan yang baru. Sebab usianya juga sudah cukup tua, yakni sudah sekitar 11 tahun. Jadi, sudah lebih dari satu dekade RS milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar itu memberikan pelayanan kemoterapi handling sitotoksik.
"Jadi kami akan geser anggaran BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) murni untuk pembelian BSC tersebut sesegera mungkin. Diperkirakan dalam tiga sampai empat minggu, alat BSC tersebut (sudah bisa digunakan), dari pengiriman sampai instalasi selesai," ujarnya.
Meski demikian, Hary memastikan pasien-pasien lanjutan yang berobat di RSUD Soedarso akan tetap dilayani. "Jadi sementara kami prioritaskan untuk pasien lanjutan tetap dilayani. Kemonya tetap di Soedarso, tetapi mencampur obatnya di ruang khusus BSC RSU Antonius," pungkasnya.(bar)
Editor : A'an