PONTIANAK POST - Warga yang tinggal di wilayah pesisir atau rumah dengan lantai rendah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi pasang air laut tinggi.
Melansir dari laman pasanglaut.com, ketinggian air laut diperkirakan mencapai 1,8–1,9 meter pada 29 hingga 31 Januari 2025.
Genangan diprediksi dapat mulai terjadi mulai subuh.
Fenomena pasang laut ini berisiko menimbulkan genangan di rumah-rumah yang berada di dataran rendah, terutama jika tidak ada langkah antisipasi.
Oleh karena itu, warga diimbau untuk dapat waspada untuk meminimalkan dampaknya.
Amankan Barang Penting:
Pastikan barang elektronik, dokumen berharga, dan perabotan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari kerusakan.
Siapkan Penghalang Sementara:
Gunakan karung pasir, papan, atau bahan lainnya untuk menutup celah-celah di rumah, seperti pintu dan jendela, guna mencegah air masuk.
Waspada Cuaca Ekstrem
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat juga mengeluarkan imbauan waspada cuaca ekstrem yang diprediksi masih terjadi hingga 30 januari 2025.
"Cuaca ekstrem telah terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat sejak tanggal 18 Januari 2025 yang lalu. Masih aktifnya gelombang atmosfer tropis mengindikasikan masih akan berlanjutnya potensi cuaca ekstrem di Kalimantan Barat," tulis BMKG di akun resmi instagramnya.
Diprakirakan seminggu ke depan hujan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.
Hujan intensitas lebat berpotensi terjadi pada periode tanggal 25-26 Januari 2025 di wilayah Kab./Kota: Kapuas Hulu, Sintang, Melawi dan Ketapang. Hujan intensitas lebat berpotensi terjadi kembali pada periode tanggal 28-30 Januari 2025 di wilayah kabupaten/kota: Sambas, Landak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.
Diprakirakan terjadi peningkatan pasang air laut pada periode tanggal 28-31 Januari 2025 pukul 06.00-09.00 WIB di wilayah pesisir barat Kalimantan Barat yang dapat memicu terjadinya banjir rob atau banjir wilayah pesisir.
Sementara pada 24-26 Januari 2025 diprakirakan tinggi gelombang signifikan kategori sedang, 1.25-2.5 m di Laut Natuna Utara.
Terdapat potensi peningkatan tinggi gelombang pada tanggal 27-30 Januari 2025. Gelombang kategori Tinggi (2.5-4.0 m) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kep. Anambas, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Subi - Serasan, Laut Natuna dan di Utara Perairan Sambas. Gelombang kategori Sedang 1.25-2.5 m berpotensi terjadi di Perairan Kep. Karimata
Masyarakat diimbau agar tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi, sepertibanjir, banjir bandang, genangan, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan sambaran petir.
Wilayah bertopografi curam/berbukit patut waspada potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan intensitas sedang lebat bahkan ekstrem yang terjadi dalam durasi panjang.
Masyarakat diimbau juga untuk terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG, melalui laman https://kalbar.bmkg.go.id. (mif)
Editor : Miftahul Khair