PONTIANAK POST - Pertarungan Pilgub Kalimantan Barat sudah selesai. KPU Kalbar telah menetapkan pemenang, sekaligus Gubernur-Wakil Gubernur terpilih, Ria Norsan-Krisantus Kurniawan periode 2025-2030. NasDem (Nasional Demokrat) memastikan akan mendukung jalannya pemerintahan Norsan-Krisantus bersamaan dengan visi misi publik yang sudah disuarakan selama masa kampanye ke masyarakat.
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie menyebutkan bahwa NasDem akan mendukung jalanya pembangunan Kalbar. "NasDem Kalbar juga sudah melakukan harmonisasi postur APBD turut mendukung sekaligus memasukkan program-program yang sesuai visi dan misi Gubernur-Wakil Gubernur terpilih," ucapnya kemarin di Pontianak.
Menurutnya pertarungan pilkada serentak 2024 sudah selesai. Partai NasDem Kalbar sendiri diketahui mendukung pasangan Midji-Didi di Pilgub Kalbar kemarin. "Saya pikir tidak ada persoalan lagi tentang dukung mendukung. Pilkada serentak 2024 sudah selesai. Pemenang dan kepala daerah terpilih juga telah ditetapkan. Jadi, siapapun Gubernur-Wakil Gubernur terpilih yang akan dilantik sebentar lagi, kami (NasDem) pasti mendukung," ucapnya.
Anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat 1 ini menyebutkan akan terus mengawal mengawal keberlanjutan pembangunan di Kalimantan Barat. Saat sudah menjabat secara resmi diambil sumpah jabatannya di Jakarta oleh Mendagri, tentunya Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih yang baru, bakalan mengimplementasikan semua janji kampanyenya.
Namun demikian, katanya, apa saja yang sudah dilanjutkan dan programnya untuk rakyat Kalbar sangat bagus, Syarif menyarankan dapat dilanjutkan, sepanjang sesuai perencanaan yang sudah ada. Seperti misalnya, pembangunan infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan dan rencana pembangunan lainnya.
"NasDem, sebagai bagian Parlemen dan Partai Pemenang kedua di Pileg Provinsi Kalbar, secara profesional akan mengawal jalanya pemerintahan dan mendukung langkah-langkah pembangunan pasangan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih," katanya.
Syarif sendiri tetap membebaskan kepada kader dan anggota DPRD Kalbar dari Fraksi NasDem memberikan saran, masukan, kritikan, pendapat dan lain-lain kepada pemerintahan baru nantinya. Itu karena sebagai bagian dan upaya menjalankan peran termasuk fungsi legislator di DPRD Kalbar, khususnya richek dan balancing. "Tetap ada saatnya, kami (NasDem) mungkin mengkritisi hal-hal yang mungkin perlu dikritisi, yang dimungkinkan dampak dari kebijakan tidak selaras dengan masyarakat. Namun, jika kebijakan sejalan untuk kepentingan masyarakat, tentunya Fraksi Nasdem mendukung penuh," ucapnya.
Syarif melanjutkan bahwa masih banyak PR (Pekerjaan Rumah) yang menanti sentuhan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih. Seperti persoalan kemiskinan, peningkatan IPM Kalbar, infrastruktur Kalbar, Pendidikan, Kesehatan, ekonomi dan persoalan-persoalan publik lainnya. "Saya pikir, yang sudah tercapai di periode lalu, mungkin bisa diteruskan. Apa yang masih kurang, mungkin dapat diperbaiki," saran dia.
Anggota Komisi V DPR RI ini berharap pasangan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan, dapat menjadi pasangan harmonis dan saling mendukung untuk lima tahun kedepan. Sebab, mereka adalah pasangan pemimpin yang dipilih secara langsung oleh masyarakat Kalbar. "Tentunya, harus saling memahami fungsi masing-masing. Sebagai Gubernur mungkin tidak boleh juga sewenang-wenang, begitu juga wakil Gubernur, jangan mengambil tupoksi yang bukan jadi wewenangnya. Saya yakin kalau itu semua berjalan, pasangan ini akan harmonis selalu," ucapnya.
NasDem Dukung Pendidikan Gratis Untuk 40 Ribu Siswa Sekolah Swasta
Dalam bidang pendidikan, pasangan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan berkampanye dan menyuarakan tetap akan melanjutkan program pendidikan gratis yang sebelumnya telah dilakukannya bersama Sutarmidji, saat dirinya (Norsan) menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalbar (2019-2024). Hanya kali ini, sasaran pendidikan gratis dan komitmennya meluas dengan memberikan pendidikan gratis kepada 40 ribu siswa sekolah swasta, yang selama ini belum mendapatkan keadilan. “Dulu, kami sudah menggratiskan pendidikan kepada kurang lebih 170 ribu siswa SMA/SMK negeri. Namun, masih ada 40 ribu anak sekolah swasta yang belum mendapatkan hak sama. Insha Allah, jika kami (Norsan-Krisantus) terpilih, mereka (Siswa Swasta) juga akan digratiskan,” kata Ria Norsan dalam pemaparannya terkait program Pendidikan gratis di acara Debat Pertama Calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar pada 23 Oktober 2024 kemarin.
Anggota DPR RI dapil Kalbar 1 sekaligus Ketua DPW NasDem Kalimantan Barat, Syarif Abdullah Alkadrie menyambut baik, janji kampanye Gubernur-Wakil Gubernur terpilih, Ria Norsan-Krisantus terkait memperluas cakupan Pendidikan gratis bagi 40 ribu lebih siswa-siswi sekolah swasta di Kalimantan Barat. "Kami (NasDem) sangat mendukung pendidikan gratis, diimplementasikan tidak hanya untuk pelajar negeri, tetapi juga untuk siswa-siswi swasta di Kalbar," ucapnya.
Menurut Syarif pastinya janji kampanye yang sudah dikeluarkan merupakan janji ke masyarakat (siswa-siswi swasta) di Kalimantan Barat. "Pastinya kalau sudah ada janji, juga telah ada gambaran dari pembiayaan kedepan. Program pendidikan gratis untuk sekolah swasta gratis sangat bagus sekali. Sebab, memang selama ini ada dan kesan pengkotakan antara Sekolah Negeri (SMA/SMK Negeri) dan sekolah swasta. Padahal sama-sama Pendidikan namanya. Sekolah swasta juga memiliki peran vital dalam mencetak sumber daya manusia di Kalbar," ucapnya.
Kalau nantinya Pemprov Kalbar (Dinas Pendidikan Kalbar) punya kemampuan dan Gubernur-Wakil Gubernur terpilih memiliki rencana sekolah gratis bagi 40 ribu pelajar swasta, tentu itu merupakan kebijakan luar biasa dan mulia. Masyarakat Kalbar, terutama para orang tua murid swasta akan menyambut positif sekali kebijakan tersebut. Itu artinya juga sudah ada hitungan dengan kemampuan APBD Kalbar kedepannya. "Saya melihatnya harus realistis juga. Sebab dengan APBD Kalbar berkisar 6,1 triliun masih banyak pekerjaan rumah di Kalbar. Seperti infrastruktur jalan, jembatan mungkin masih banyak belum tertangani semua selama pemerintahan periode lalu. Pak Midji (Sutarmidji) baru lima tahun duduk, awalnya sudah ditimpa musibah COVID-19, sehingga jalannya pemerintahan sedikit tak normal waktu itu," jelasnya.
"Nah dengan adanya keinginan pak Wagub 2019-2024 yang sekarang menjadi Gubernur Kalbar terpilih 2025-2030, membiayai sekolah gratis untuk siswa-siswi swasta, saya pikir sangat bagus. Hanya saja, apakah APBD Kalbar memiliki kemampuan ? kan banyak juga hutang infrastruktur, kesehatan, ekonomi dan lain-lain yang harus juga dibenahi. Akan tetapi bagaimanapun pendidikan gratis untuk 40 ribu swasta adalah program mulia untuk masyarakat Kalbar. Tak ada alasan, kami tidak mendukung," pungkas Syarif.(den)
Editor : A'an