PONTIANAK POST - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson didampingi Pj Ketua TP-PKK Kalbar Windy Prihastari menyambangi warga yang tengah mengungsi akibat banjir di Kabupaten Mempawah, Senin (27/1).
Kedatangan orang nomor satu di Kalbar itu untuk memastikan warga korban banjir mendapat pelayanan maksimal.
Di sana, Harisson melihat langsung salah satu titik pengungsian warga terdampak banjir di Kabupaten Mempawah yang terletak di Wisma Candramidi di Jalan Gusti M Taufik.
Ia pun sempat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang tengah mengungsi di wisma tersebut. Seperti melakukan pemeriksaan tekanan darah, dan memberikan konsultasi kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Saya turun langsung ke Mempawah untuk melihat situasi secara langsung, kita lihat tadi di Wisma Candramidi ini. Saya ingin memastikan agar warga terdampak banjir selama di pengungsian mendapatkan pelayanan optimal," ungkapnya.
Harisson memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Kabupaten Mempawah akan memberikan perhatian penuh kepada warga terdampak banjir. Termasuk bagi warga yang tengah berada di pengungsian akibat banjir.
Ia meminta warga untuk tidak khawatir lantaran pemerintah akan memenuhi kebutuhan warga mulai dari konsumsi hingga kesehatan. Dis amping itu Pemprov, kata dia, akan terus menyalurkan bantuan untuk meringankan beban warga yang terdampak banjir.
"Di sini (pengungsian) kita sediakan layanan kesehatan, untuk konsumsi, dan lainnya nanti dibantu pemerintah daerah," jelasnya.
Dalam kesempatan itu Harisson juga menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemprov bagi warga terdampak banjir.
Bantuan-bantuan tersebut diserahkan untuk meringankan beban warga. Ia memastikan pemerintah tetap akan berusaha untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang mengalami musibah.
"Tugas pemerintah adalah membantu masyarakatnya, dengan musibah ini kita harus saling bahu-membahu, dan saling membantu," pungkasnya.
Seperti diketahui banjir di Kabupaten Mempawah saat ini melanda hingga lima kecamatan. Jumlah warga yang terdampak mencapai sekitar 5.537 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 20 ribu jiwa. Pemerintah Kabupaten Mempawah sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, dan tanah longsor di kabupaten tersebut. (bar)
Editor : Miftahul Khair