PONTIANAK - Bencana banjir telah melanda tujuh kabupaten/kota di Kalbar dalam sepekan terakhir. Tujuh daerah tersebut antara lain Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Bengkayang, Landak, Mempawah, Kubu Raya, dan Sanggau.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengungkapkan, dari tujuh daerah tersebut lima daerah telah menetapkan status tanggap darurat. Diantaranya Kabupaten Sambas, Landak, Bengkayang, Mempawah, dan Kubu Raya. Sementara untuk Kota Singkawang masih berstatus siaga. Penetapan status wilayah terdampak banjir menurutnya menjadi penting karena sebagai instrumen untuk distribusi berbagai bantuan.
“Baik bantuan dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, termasuk juga pemerintah kabupaten/kota, karena ini menjadi salah satu prasyarat administrasi yang harus dilakukan untuk menggeser logistik, peralatan, termasuk personel ke daerah bencana,” jelas Daniel.
Daniel mengatakan, bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah akan disesuaikan dengan kebutuhan warga terdampak. Seperti obat-obatan, makanan siap saji, pakaian, selimut, kebutuhan balita, para lansia, dan juga berbagai peralatan. Seperti peralatan berupa perahu karet, pompa air, dan alat-alat pendukung lainnya.
“Ini yang sudah dibantu terutama kabupaten/kota yang sudah menetapkan status tanggap darurat,”
Penyerahan bantuan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) lanjut dia, sudah disalurkan ke Kabupaten Sambas, Landak, Mempawah, dan Kota Singkawang. Bahkan untuk Kabupaten Mempawah, dan Kota Singkawang telah diserahkan langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson.
“Dan tentu nanti akan menyusul di Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Kubu Raya,” katanya.
Daniel mengingatkan bahwa potensi banjir masih ada. Karena berdasarkan prakiraan BMKG, hingga akhir Januari 2025, secara umum Kalbar masih akan dilanda hujan. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk selalu waspada.
“Tidak perlu panik, ikuti arahan pemerintah, maka semua akan berjalan dengan baik. Kemudian kita juga mendorong dunia usaha, masyarakat, lembaga, organisasi kemasyarakatan, bahkan perkumpulan, untuk bersama-sama membantu meringankan sesuai dengan kemampuan kita masing-masing, untuk membantu warga kita yang terdampak bencana banjir ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pj Gubernur Kalbar Harisson mengajak perusahaan-perusahaan di seluruh wilayah Kalbar untuk turut membantu warga terdampak banjir. Seluruh perusahaan-perusahaan se-Kalbar diminta Harisson segera menyalurkan bantuan lewat corporate social responsibility (CSR). Hal itu dilakukan untuk membantu meringankan beban warga yang saat ini tengah mengalami banjir di berbagai wilayah.
"Saya minta semua perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalbar ini agar memberikan CSR mereka untuk warga terdampak banjir, jangan ditunda-tunda lagi untuk membantu warga di Kalbar yang terdampak banjir,” ungkapnya.
Harisson meminta agar perusahaan-perusahaan di Kalbar langsung menyalurkan bantuan mereka ke masyarakat yang terdampak banjir. Di samping itu perusahaan-perusahaan tersebut diminta tetap berkoordinasi dengan kepala daerah setempat. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak tumpang tindih, dan bisa benar-benar meringankan beban seluruh warga yang terdampak banjir.
“Saya harapkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kalbar untuk sekarang saatnya memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir,” harapnya.
Harisson memastikan Pemprov akan memberikan perhatian serius kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah. Berbagai bantuan pun telah dikirimkan Pemprov untuk meringankan beban warga.
Harisson bahkan turun langsung untuk memastikan warga yang terdampak banjir mendapatkan pelayanan optimal di pengungsian. Salah satunya di Kabupaten Mempawah, Harisson menyambangi pengungsian warga di Wisma Candramidi.
“Saya ingin memastikan agar warga terdampak banjir selama di pengungsian mendapatkan pelayanan optimal,” tutupnya.(bar)
Editor : A'an