Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Susah Cari Gas Elpiji 3 Kg, Warga: Sudah Mahal Langka Pula

Miftahul Khair • Rabu, 5 Februari 2025 | 14:41 WIB

 

Warga membeli gas LPG 3 Kilogram di sebuah pangkalan di Jalan Tanjungpura. Terbatasnya distribusi tabung gas 3 kilogram di toko dan pengecer membuat warga kesulitan mendapatkan gas 3 Kilogram.
Warga membeli gas LPG 3 Kilogram di sebuah pangkalan di Jalan Tanjungpura. Terbatasnya distribusi tabung gas 3 kilogram di toko dan pengecer membuat warga kesulitan mendapatkan gas 3 Kilogram.

PONTIANAK - Masyarakat Pontianak mengeluhkan sulitnya mencari gas tiga kilogram di level pengecer. Kondisinya kini, mencari gas melon sama sulitnya seperti mencari intan.

“Sekarang untuk mendapatkan gas tiga kilogram semakin susah. Sebab di level pengecer sudah sulit. Kalaupun ada di pangkalan resmi, untuk mendapatkannya harus bawa KTP,” singgung Evi salah satu ibu rumah tangga yang tinggal di bilangan jeruju Kecamatan Pontianak Barat.

“Jadi kalau pas gas habis, kami makin susah mendapatkannya. Kalau di level pengecer memang harganya sedikit naik, tetapi barangnya ada. Ini untuk cari gas susah, sama susahnya seperti cari intan.”

Dia mengatakan, jika kebijakan pemerintah mengharuskan masyarakat mendapatkan gas tiga kilogram ke pangkalan resmi, artinya akan semakin menyulitkan masyarakat. Sebab jarak pangkalan dari rumahnya juga terbilang cukup jauh. Biarlah para pengecer mencari untung sedikit tetapi barangnya ada.

Hal senada dikatakan Ardi. Warga di daerah bilangan Jalan Ampera ini mengakui agak sulit untuk mendapatkan gas tiga kilogram.

“Harga jual biasanya ada yang 25 sampai 28 ribu. Sudahlah mahal, langka pula,” ungkapnya.

Dikatakan dia, jika kondisi ini akan tetap terjadi jelang puasa, dipastikan masyarakat menengah ke bawah akan semakin menjerit. Ini yang jadi pikiran. Sebab bulan depan sudah  masuk bulan puasa.

Jika kondisinya, pemerintah tidak memberikan solusi terhadap langkanya gas tiga kilogram, maka korban sebetulnya adalah masyarakat paling bawah, masyarakat tak mampu.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin minta Pertamina dapat mencarikan solusi terhadap keresahan dari masyarakat. Bisa dibilang penggunaan gas tiga kilogram ini merupakan salah satu kebutuhan primer. Karena sudah dominan oleh masyarakat gas menjadi alat dasar untuk kebutuhan memasak. Ketika ini langka di Kota Pontianak, maka akan memunculkan gejolak.

“Gejolak di masyarakat in mesti direspon oleh pemerintah. Pemkot Pontianak juga mesti mengambil sikap. Koordinasikan dengan Pertamina. Cari jalan tengahnya untuk mengantisipasi keluhan masyarakat yang semakin meluas ini,” ungkapnya.(iza)

Editor : Miftahul Khair
#gas elpiji 3 kg #mahal #langka