PONTIANAK POST – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat turut serta dalam rangkaian acara Saprahan Khatulistiwa Tahun 2025 dengan menyelenggarakan sosialisasi mengenai literasi keuangan, keuangan digital, dan perlindungan konsumen pada Minggu (9/2) di Halaman Komplek Ayani Mega Mall Pontianak.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas dan menghindari praktik judi online (judol) yang merugikan.
Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar Windy Prihastari Harisson dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap acara ini dan berharap dapat melahirkan generasi dengan gagasan kreatif dan inovatif.
"Semoga acara ini dapat menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan inklusif, keuangan digital, dan perlindungan konsumen," ungkap Windy.
Windy menjelaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan sangat penting dalam mencapai kesejahteraan finansial. Dengan pemahaman yang lebih baik, setiap individu dapat mengelola keuangan mereka secara lebih efektif, yang pada gilirannya dapat mendukung perekonomian lokal.
"Mari terus berupaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keuangan agar kita dapat menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih siap," kata Windy.
Ia juga menekankan pentingnya inklusi keuangan yang memberikan akses kepada masyarakat untuk memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.
Windy menambahkan bahwa masalah judi online, yang marak di dunia digital, sangat berpotensi merusak kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah mengambil berbagai langkah, termasuk penegakan hukum terhadap situs judi ilegal dan kampanye edukasi mengenai dampak negatif judi online.
"Judi online bukanlah tentang keberuntungan, melainkan jebakan yang merusak. Dengan edukasi yang baik, kita bisa mengurangi bahkan menghilangkan kecanduan terhadap praktik ini," ujar Windy.
Acara ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama di bidang literasi keuangan dan digital. Windy berharap semakin banyak Gen Z yang mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan keuangan agar dapat mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera di tahun 2045. (mse/r)
Editor : A'an