PONTIANAK POST - Jemaah umrah Ihya Tour & Travel membantah isu-isu liar yang menyebutkan bahwa mereka sempat ditelantarkan salama mengikuti perjalanan umrah pada Desember 2024 lalu.
Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga jemaah, yang menyatakan proses perjalanan umrah berjalan lancar dari awal keberangkatan, hingga kembali lagi ke tanah air.
Salah satunya disampaikan Kardiansyah. Anak dari salah satu jemaah yang mengikuti keberangkatan umrah pada 2 Desember 2024.
Ibunya atas nama Becek Mudek asal Kabupaten Kubu Raya merasa puas selama mengikuti ibadah umrah bersama Ihya Tour & Travel.
“Masalah yang ditelantarkan, dibiarkan, itu tidak ada, bohong semua itu. Karena saya tanya orang tua saya, semuanya bagus, lancar,” ungkapnya.
Ia menceritakan awal mula memilih Ihya Tour & Travel untuk ibunya menunaikan ibadah umrah karena melihat pengalaman sang bibi.
Pengalaman dari bibinya yang berangkat umrah di tahun 2023, membuat Kardiansyah yakin memberangkatkan ibunya menggunakan Ihya Tour & Travel.
Apalagi harga di Ihya Tour & Travel memang lebih murah dibanding travel-travel yang lain.
“Jadi beliau (bibi) banyak bercerita Ihya Tour ini memang salah satu travel terbaik di Kota Pontianak, dan tidak pernah bermasalah sedikit pun. Dari pengalaman itu saya dan orang tua saya daftarlah ke Ihya Tour & Travel ini,” ujarnya.
Kardiansyah mengakui sebelum benar-benar berangkat, memang beberapa kali terjadi penundaan atau pengaturan jadwal ulang.
Sebab, pihak manajemen Ihya Tour & Travel harus benar-benar memastikan seluruh aspek tersedia dan tidak menjadi masalah ketika sudah berangkat. Mulai dari penerbangan, hotel, dan akomodasi lainnya.
“Masalah keberangkatan itu memang biasa lah kan, ada kendala teknis atau apa sehingga jadwal diundur, itu sudah biasa. Tetapi ketika sudah berangkat, alhamdulillah perjalanan lancar,” paparnya.
Hal serupa disampaikan Mujib, yang memberangkatkan mertuanya atas nama Sarideh. Jemaah asal Kabupaten Kubu Raya itu memastikan isu soal jemaah yang ditelantarkan tidak lah benar.
“Dari cerita orang tua saya ke saya itu tidak ada (penelantaran). Hanya terjadi penundaan keberangkatan, atau perubahan jadwal,” ujarnya.
Mujib mengatakan, begitu mertuanya berangkat pada 2 Desember 2024, hingga kepulangan kembali ke Kota Pontianak, semua berjalan lancar.
Pelayanan selama di tanah suci juga baik. “Itu semua cerita orang tua saya, tidak mungkin saya rekayasa. Karena begitu sampai ke rumah beliau cerita ke saya. Alhamdulillah puas sekali katanya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, orang tua dari Kardiansyah, dan Mujib merupakan bagian dari rombongan jemaah Ihya Tour & Travel yang seharusnya berangkat pada September 2024.
Namun karena kondisi ketersediaan hotel, dan akomodasi lainnya yang belum pas, jadwal keberangkatan rombongan ini diundur, sampai akhirnya benar-benar berangkat di 2 Desember 2024.
Akibat reschedule itulah yang membuat salah satu jemaah berinisial AW, dan keluarga menyatakan untuk batal mengikuti keberangkatan umrah bersama Ihya Tour & Travel.
Hingga akhirnya terjadi efek yang berantai, dan menimbulkan kegaduhan hingga sekarang. Atas masalah ini, manajeman Ihya Tour & Travel merasa dirugikan baik secara moral, maupun material. (bar)
Editor : Miftahul Khair