PONTIANAK POST – Gelaran puncak Saprahan Khatulistiwa 2025 di Taman Alun-Alun Kapuas menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat dalam menjaga tradisi, mempercepat digitalisasi, dan mendorong sektor pariwisata.
Acara yang digelar atas kerja sama Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Disporapar Provinsi Kalbar ini dihadiri oleh Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson dan Pj Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari Harisson.
Mengenakan Wastra Casual Corak Insang, Harisson menekankan pentingnya mempertahankan tradisi sekaligus beradaptasi dengan era digital.
Tema "Membangun Masa Depan, Menjaga Tradisi, Menyongsong Digitalisasi" diangkat untuk menunjukkan sinergi antara kearifan lokal dan inovasi dalam perekonomian.
"Salah satu langkah yang telah kita lakukan adalah digitalisasi transaksi keuangan melalui QRIS. Saat ini, jumlah merchant di Kalbar yang menggunakan QRIS terus meningkat, menunjukkan pertumbuhan penggunaan transaksi digital di provinsi ini," ujar Harisson.
Dalam kesempatan ini, Calendar of Event (CoE) Kalbar 2025 juga resmi diluncurkan, mencakup 41 event besar sepanjang tahun, meningkat dari 34 event pada 2024.
Acara ini mencakup festival budaya, kuliner, olahraga, hingga MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), yang diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Penyelenggaraan event pariwisata dan budaya ini menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kalimantan Barat. Dengan promosi yang lebih masif, wisatawan bisa lebih mengenal budaya kita, termasuk Wastra dan produk ekonomi kreatif lainnya," kata Harisson.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendukung penyelenggaraan event-event tersebut agar semakin menarik dan nyaman bagi wisatawan.
Baca Juga: Makan Besaprah di Keraton Kadriah, Harisson : Pererat Hubungan antara Pemimpin dan Rakyatnya
Pj Ketua Dekranasda Kalbar sekaligus Kepala Disporapar Kalbar, Windy Prihastari, berharap event-event yang masuk dalam Calendar of Event 2025 dapat menembus Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
"Jika event Kalbar berhasil masuk dalam KEN, promosi akan dilakukan secara nasional dan internasional secara gratis. Selain itu, dukungan dari berbagai stakeholder juga akan lebih maksimal," jelas Windy.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan event-event tersebut memerlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, serta masyarakat.
Selain peluncuran Calendar of Event 2025, acara ini juga dimeriahkan dengan flag off parade kapal hias yang dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Kalbar bersama Pj Ketua Dekranasda Kalbar, Deputi Bank Indonesia, Kaper BI Kalbar, dan Pj Wali Kota Pontianak. (mse/r)
Editor : A'an