PONTIANAK POST - Perayaan Cap Go Meh 2025 di Kota Singkawang tidak hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Barat.
Kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, dalam acara tersebut memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah pusat menaruh perhatian pada potensi budaya di daerah.
Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Rita Hastarita, yang turut mendampingi Wamen Giring, menyampaikan bahwa perayaan Cap Go Meh di Singkawang merupakan bentuk akulturasi budaya yang indah dan mampu menarik perhatian wisatawan, termasuk pejabat negara.
“Wamen Kebudayaan Giring sangat mengapresiasi Cap Go Meh di Kota Singkawang dan merasakan langsung nuansa kebersamaan yang kental dalam perayaan ini," ujar Rita pada Kamis (13/2).
Tidak hanya sekadar menghadiri acara, Wamen Giring juga menunjukkan dukungan nyata terhadap sektor ekonomi kreatif di Kalimantan Barat.
Ia membeli produk tenun ikat Sintang serta tenun corak insang khas Pontianak dari pengrajin di Singkawang. Langkah ini menjadi dorongan bagi pelaku UMKM lokal untuk terus mengembangkan produknya sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai jual tinggi.
Selain itu, dalam kunjungannya, Wamen Giring juga menggelar pertemuan dengan berbagai kelompok etnis dan penggiat pendidikan guna membahas strategi penguatan budaya serta dukungan terhadap kemajuan pendidikan dan pariwisata di Kalimantan Barat.
Rita mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyampaikan kebutuhan akan dukungan regulasi dan anggaran dari pemerintah pusat guna mengembangkan sektor pariwisata dan budaya di daerah.
“Semua pihak harus berkontribusi dalam mempromosikan budaya dan kegiatan yang ada di Kalbar, termasuk perayaan Cap Go Meh yang sudah menjadi daya tarik wisata nasional,” tambahnya.
Menariknya, Wamen Giring juga berjanji akan kembali menghadiri perayaan Cap Go Meh di Singkawang tahun depan bersama keluarganya. Ia ingin mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak dan istrinya secara langsung.
Menurut Rita, dengan adanya perhatian dari pemerintah pusat serta dukungan terhadap ekonomi kreatif, diharapkan Cap Go Meh tidak hanya menjadi kebanggaan budaya, tetapi juga motor penggerak bagi sektor pariwisata dan ekonomi Kalimantan Barat ke depannya.
“Jika ada event-event besar nasional dapat diarahkan ke Kalimantan Barat, kami siap melaksanakan,” pungkas Rita.(mse)
Editor : A'an