Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Warga Was-was Permainan Layangan Kembali Marak, Razia tak Beri Efek Jera

Miftahul Khair • Sabtu, 15 Februari 2025 | 12:31 WIB
Ilustrasi layangan.
Ilustrasi layangan.

PONTIANAK POST - Tali layangan yang menjuntai di jalan masih menjadi momok menakutkan bagi para pengendara roda dua. Kejadian seperti ini kerap dialami masyarakat Pontianak. Akibat kejadian ini, juga cukup banyak masyarakat menjadi korban dari tali layangan tersebut.

“Belum lama ini saya melewati Jalan Imam Bonjol, tak lama ada tali gelasan layangan melewati motor saya. Untung respon cepat, kemudian saat itu kecepatan motor saya juga tidak terlalu tinggi. Kalau kecepatan agak tinggi, mungkin akan sulit saya menghindari tali gelasan itu. Nasib pun masih berpihak ke saya,” ujar Jaka, pengendara kepada Pontianak Post, Jumat (14/2).

Dikatakan dia, korban akibat tali layangan yang menjuntai di jalan sudah banyak menimbulkan korban. Ini sesuatu yang berbahaya bagi pengendara. Apalagi ketika di jam-jam sore. Waktu sore adalah jam nya para pemain layangan. Itu bisa dilihat dengan semakin banyaknya layangan  di langit Kota Pontianak.

Pol PP dimintanya melakukan razia terhadap pemain layangan. Permainan inikan kambuhan. Ketika cuaca Pontianak tengah cerah, dipastikan jumlah pemainnya meningkat.

Mereka ini memiliki titik-titik lokasi bermain layangan. Biasanya di tanah lapang. Kebanyakan di daerah pinggiran Kota Pontianak. Mereka juga pandai kucing-kucingan dengan petugas Pol PP. Ketika dilakukan razia mereka lari, namun keesokan harinya kadang tak jera dan memainkan lagi layangan.

Parahnya lagi, layangan dengan menggunakan tali kawat, ini ketika layangannya putus kemudian tali kawatnya mengenai kabel listrik mengakibatkan ledakan. Akibatnya, masyarakat di daerah tempat ledakan kabel tersebut menjadi merugi, sebab listrik menjadi padam.

Menurutnya, Pemkot Pontianak perlu melakukan tindakan terhadap permainan layangan ini. Tidak hanya Sebatas razia layangan. Namun mesti ada aturan mengikat dan aturan ini bisa betul-betul dijalankan di lapangan.

Jangan menunggu korban akibat tali layangan baru tindakan efek jera pada pemain layangan diberlakukan. Kondisi jalan di Pontianak ini semakin ramai. Mereka ini bisa menjadi korban selanjutnya akibat tali layangan menjuntai di jalan-jalan Pontianak.

Salah satu warga lainnya menuturkan, ketika sore dan hampir magrib dia tak berani mempercepat laju kendaraannya. Sebab takut tiba-tiba tali layangan menjuntai di jalan. Apalagi tali gelasan sangat berbahaya.

“Banyak sudah korban akibat tali gelasan ini. Kulit sampai terluka. Ada bahkan sampai meninggal dunia. Dekat bulan puasa biasanya permainan layangan ini kembali ramai,” katanya.

Kepala Satpol PP Kota Pontianak Ahmad Sudiantoro mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan razia layangan setiap sore. Kamis sore, bahkan razia layangan dilakukan di beberapa titik langsung. Di antaranya Di Gang Kemakmuran, Jalan Ujung Pandang, dan Jalan Bina Jaya.

Dia menjelaskan, penertiban pemain layangan sama seperti dengan penertiban pengemis di lampu merah. Mereka ini kambuhan. Ketika dilakukan razia sempat senyap namun ketika sudah jauh dari pantauan petugas, aktivitasnya dilakukan kembali.

“Sama seperti pemain layangan di Jalan Bina Jaya. Sorenya kami razia. Jelang magrib mereka kembali bermain di sana. Inilah warga Kota Pontianak,” ujarnya.

Agar pengawasan Pol PP dalam tindakan razia layangan bisa berjalan optimal, dia minta kerja sama dari masyarakat. Ketika ditemukan pemain layangan di lingkungan sekitar, dapat diingatkan, jika masih tak mengindahkan bisa dilaporkan ke RT, kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan dan melaporkan ke Pol PP.

“Kita minta kerja sama masyarakat dalam upaya penindakan pemain layangan ini. Sebab akibat permainan layangan banyak sudah yang menjadi korban. Mulai dari luka akibat tali gelasan, hingga kerugian PLN akibat kabel listrik yang meledak karena penggunaan tali kawat layangan,” ungkapnya. (iza)

Editor : Miftahul Khair
#gelasan #layangan #razia #pontianak