PONTIANAK POST - Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (PPPKMI) Pengurus Daerah (Pengda) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) akan mendorong pemanfaatan beragam instrumen media informasi, dan media sosial (medsos) dalam rangka promosi kesehatan. Hal tersebut dilakukan agar edukasi bisa sampai ke tengah-tengah masyarakat secara lebih luas.
"Sekarang kan era digital semua, promosi sekarang kalau kita pakai penyuluhan sudah tidak dipakai lagi semua, sekarang pakai medsos, membuat medsos yang bagus itu yang menjadi penekanan kami nanti," ungkap Ketua PPPKMI Pengda Kalbar Abdul Haris.
Seperti diketahui Abdul Haris baru saja terpilih kembali sebagai Ketua PPPKMI Pengda Kalbar periode 2025-2029. Ia terpilih atas hasil Musyarawah Daerah (Musda) yang digelar di Kota Pontianak, Sabtu (15/2). Yakni dengan mengusung tema organisasi tangguh, dan profesional tenaga promotor dan pendidik kesehatan masyarakat dalam UU nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan.
Abdul Haris mengatakan, agenda Musda tersebut juga menjadi ajang evaluasi, dan penyusunan program kerja untuk periode 2025-2029. Ia pun menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sehingga bisa kembali memimpin PPPKMI Kalbar. Dirinya menyebut dalam waktu dekat bersama tim formatur akan segera menyusun kepengurusan yang solid. Agar bisa menjalankan tugas dan program kerja yang telah disusun.
"Saya mengucapkan terimakasih atas dukungan temam-teman kabupaten/kota, mudah-mudahan program kerja yang sudah disusun bisa kami laksanakan," ungkapnya.
Ia menuturkan salah satu fokus PPPKMI Kalbar yakni peningkatan kapasitas anggota menghadapi era digital. Pemanfaatan beragam instrumen media informasi, mulai dari media sosial (medsos), dan lainnya akan dimaksimalkan untuk promosi kesehatan. Agar edukasi bisa sampai ke tengah-tengah masyarakat secara lebih luas.
Ia mengatakan hal itu juga menyikapi pemberlakuan undang-undang kesehatan baru yang membatasi peran organisasi profesi. Jika dulunya semua organisasi profesi diberikan kewenangan untuk memberikan rekomendasi izin praktik, namun sekarang kewenangan itu telah dicabut. Maka kini pihaknya akan berfokus pada peningkatan kapasitas seluruh anggota PPPKMI Kalbar.
Kemudian menjalankan berbagai program pengabdian kepada masyarakat. "Kami akan mencari yang dibutuhkan teman-teman materi apa kalau promosi kesehatan ini terkait advokasi media itu yang akan kami ajarkan kepada teman-teman (anggota)," jelasnya.
Dijelaskan Abdul Haris, masalah kesehatan pasti terkait dengan perilaku seseorang. Maka melalui PPPKMI Pengda Kalbar pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan promosi kesehatan guna merubah perilaku masyarakat menjadi hidup bersih, dan sehat.
Lewat tenaga-tenaga promosi kesehatan PPPKMI Kalbar akan terus memberikan edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga diharapkan masalah besar kesehatan bisa teratasi, apalagi memang semua program memerlukan sosialisasi, dan edukasi yang baik.
"Kami (PPPKMI Kalbar) terus memberikan edukasi di masyarakat misalnya sasaran pendidikan seperti sekolah pondok pesantren, kami juga melakukan edukasi di Posyandu, dan sasaran masyarakat untuk mendukung program kesehatan di Indonesia," pungkasnya.(bar)
Editor : A'an