Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Ketua DPRD Pontianak Dukung Program Interkoneksi Parit untuk Atasi Genangan Air

A'an • Senin, 17 Februari 2025 | 12:12 WIB

 

Satarudin, Ketua DPRD Kota Pontianak. (IST)
Satarudin, Ketua DPRD Kota Pontianak. (IST)

PONTIANAK POST - Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin mengatakan, aspirasi masyarakat agar pengerjaan drainase dituntaskan paling banyak didengar ketika pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan. Fungsi drainase yang optimal akan mampu menjadi wadah tampung ketika Pontianak dilanda hujan deras bersamaan dengan pasang air laut.

“Aspirasi masyarakat di Musrenbang agar pengerjaan drainase terus dilanjutkan di tahun ini sebetulnya juga senada dengan program Pemerintah Kota Pontianak. Terutama soal rencana untuk melakukan interkoneksi parit-parit yang ada di Pontianak sebagai upaya mengembalikan kota ini sebagai kota seribu parit,” ungkapnya Minggu (16/2).

Menurutnya, parit akan bermanfaat ketika keberfungsiannya semakin optimal. Sehingga ketika terjadi hujan dengan deras lalu disertai dengan pasang air laut, keberadaan parit ini akan mampu berfungsi sebagai wadah untuk menampung air agar tidak meluap.

Kondisinya saat ini, terutama di beberapa wilayah rendah saat hujan turun dengan deras disertai dengan pasang air laut, akan menyebabkan air tersebut naik ke permukaan. Ingin dia, jika fungsi parit bisa dioptimalkan, kemungkinan parit akan menjadi benteng daya tampung agar air-air itu tidak meluber ke permukaan.

Kejadian ini memang harus menjadi perhatian Pemerintah Kota Pontianak. Sebab keluhan ini datang dari masyarakat. Seberapa banyak masyarakat merugi akibat air yang meluber masuk ke rumah-rumah masyarakat terutama di daerah rendah. Sehingga selain perbaikan jalan lingkungan, pengerjaan drainase menjadi penting untuk kembali dikerjakan tahun ini. Jika keberfungsian parit disemua kecamatan dapat optimal, ini akan mampu menjadi daya tampung sementara saat terjadi hujan deras.

Dalam menjaga parit, Satar juga mengajak masyarakat bersama-sama. Terutama dengan melihat fungsi parit lingkungan masing-masing. Sampah jangan dibuang di parit, kemudian, jika parit mengalami pendangkalan sebaiknya juga dibersihkan. Caranya dengan bekerja bergotong-royong.

“Jika parit bersih, kita juga akan nyaman melihatnya. Habitat ikan akan terjaga. Seperti beberapa warga kerap membuat lomba mancing, saya rasa ini bagus. Sebab ini juga sebagai upaya menjaga parit agar tetap lestari dan terjaga,” ungkapnya.(iza)

Editor : A'an
#drainase #satarudin #Musrenbang