Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pelunasan Biaya Haji 1446 H Tahap Pertama Dimulai, Jemaah Kalbar Dapat Melunasi Hingga 14 Maret 2025

A'an • Selasa, 18 Februari 2025 | 11:38 WIB
Ilustrasi haji
Ilustrasi haji

PONTIANAK POST - Pelunasan biaya haji 1446 H untuk jemaah reguler mulai 14 Februari hingga 14 Maret 2025.

Kamaludian, Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Kalbar menjelaskan ini merupakan pelunasan tahap pertama.

"Sekarang pelunasan tahap  kesatu mulai Tanggal 14 Februari sampai dengan 14 Maret 2025. Jemaah yang masuk kuota reguler dan prioritas lansia," ungkapnya Senin (16/2).

Jumlah kuota Kalbar sebanyak 2.519 orang. Data hingga Senin (17/2), sudah ada 328 jemaah Kalbar yang sudah melunasi. "Sampai  jam 15.00 sore ini, 328 jamaah sudah melunasi," ungkapnya Senin (17/2).

Tahap ini dibuka menyusul terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 1446 Hijriah/2025 Masehi yang bersumber dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji dan Nilai Manfaat sudah terbit. Keppres Nomor 6 tahun 2025 ini ditandatangani Presiden pada 12 Februari 2025. Jemaah haji sudah membayar setoran awal sebesar Rp25juta.

"Besaran BPIH Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi per jemaah untuk Embarkasi Batam sebesar Rp88.310.259,00. Setelah dikurangai dengan nilai manfaat biaya perjalanan ibadah haji per jemaah sebesar Rp54.331.751," ungkapnya.

Kamaludin mengatakan, jemaah bisa cek sendiri biaya pelunasan, di aplikasi haji pintar.

Keppres Nomor 6 tahun 2025 ditandatangani Presiden pada 12 Februari 2025. Keppres ini mengatur Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi. Ketentuan biaya ini berlaku bagi jemaah haji, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Kelompok Bimbingan lbadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Daftar nama Jemaah Haji Reguler yang masuk dalam alokasi kuota haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi dengan kriteria jemaah haji masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan dengan ketentuan berstatus aktif, berusia paling rendah 18 tahun, belum pernah menunaikan ibadah haji atau sudah pernah menunaikan ibadah haji paling singkat 10  tahun sejak menunaikan ibadah haji yang terakhir pada tahun 1436 Hijriah/2015 Masehi kecuali pembimbing KBIHU bersertifikat.

Prioritas Jemaah Haji Reguler lanjut usia yang ditentukan secara sistem berdasarkan urutan usia tertua di masing-masing provinsi, dan terdaftar sebagai jemaah haji paling sedikit 5 tahun atau telah terdaftar sebagai Jemaah haji sebelum tanggal 3 Mei 2020.

Adapun  besaran Bipih Jemaah Haji Embarkasi Aceh sebesar Rp46.922.333, Embarkasi Medan sebesar Rp47.976.531, Embarkasi Batam sebesar Rp54.331.751, Embarkasi Padang sebesar Rp51.781.751,00.

Embarkasi Palembang sebesar Rp54.411.751,  Embarkasi Jakarta (Pondok Gede dan Bekasi) sebesar Rp58.875.751, Embarkasi Solo sebesar Rp55.478.501, Embarkasi Surabaya sebesar Rp60.955.751.

Embarkasi Balikpapan sebesar Rp57.235.421,00, Embarkasi Banjarmasin sebesar Rp59.331.751, Embarkasi Makassar sebesar Rp57.670.921, Embarkasi Lombok sebesar Rp56.764.801, Embarkasi Kertajati sebesar Rp58.875.751. 

Besaran Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya: penerbangan haji, sebagian biaya akomodasi di Makkah, dan sebagian biaya akomodasi di Madinah, biaya hidup (living cost). 

Sementara itu, beberapa waktu lalu seleksi petugas haji daerah (PHD) juga telah dibuka. Para peserta bersaing memperebutkan 18 kuota.  Untuk Wilayah Kalimantan Barat kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalbar,  Muhajirin Yanis di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, Kamis (23/1).

Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 1446 H/2025 M dibuka secara serentak di seluruh Indonesia. Seleksi ini bertujuan memastikan bahwa petugas haji daerah memiliki kapasitas dan kompetensi memadai di bidang pelayanan ibadah, kesehatan, dan umum.

Muhajirin menegaskan pentingnya seleksi ini sebagai sarana untuk memilih petugas haji yang berkualitas dan profesional. "Pelaksanaan seleksi ini merupakan wasilah untuk mendapatkan petugas yang terbaik. Bahkan wanita pun diberi ruang untuk ikut karena mayoritas jemaah haji kita adalah perempuan, terutama yang sudah lanjut usia," ujarnya.

Muhajirin juga memberikan pesan mendalam kepada para peserta untuk memperbarui niat sebelum menjalani tes. "Niatkan dalam hati untuk betul-betul melayani dan membantu jemaah. Ini adalah amanah besar yang harus dilaksanakan dengan tulus," tegasnya.(mrd)

Editor : A'an
#cjh #Kemenag Kalbar #biaya haji