PONTIANAK POST – Mahasiswa Magister Akuntansi Universitas Tanjungpura, Pontianak, baru-baru ini mengadakan kuliah kerja lapangan (KKL) di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching. Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan kesadaran dan implementasi praktik akuntansi ramah lingkungan atau green accounting.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah perbatasan Malaysia-Indonesia terkait penerapan green accounting.
Berlangsung selama satu minggu, kegiatan ini melibatkan 18 mahasiswa magister yang didampingi oleh tiga dosen pembimbing dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM di perbatasan, memberikan pelatihan, serta berbagi pengetahuan tentang pentingnya green accounting dalam menjalankan usaha yang berkelanjutan.
Green accounting atau akuntansi hijau adalah pendekatan akuntansi yang memasukkan unsur-unsur lingkungan ke dalam pengukuran kinerja perusahaan. Dengan menerapkan green accounting, UMKM diharapkan dapat lebih memperhatikan dampak lingkungan dari kegiatan operasional mereka, mengidentifikasi biaya-biaya lingkungan, serta mengembangkan strategi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Kuching, Agus Jatmiko, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. "Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Universitas Tanjungpura yang telah memilih tema green accounting untuk kegiatan KKL kali ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi UMKM di wilayah perbatasan dalam mengelola usaha mereka secara lebih ramah lingkungan," ujar Agus.
Selama KKL, mahasiswa Magister Akuntansi memberikan berbagai materi pelatihan kepada UMKM. Antara lain mengenai cara mengidentifikasi dan mencatat biaya lingkungan, menghitung efisiensi penggunaan sumber daya, serta menyusun laporan akuntansi yang mencakup informasi lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendampingan langsung kepada UMKM dalam menerapkan konsep-konsep green accounting dalam operasional sehari-hari.
Salah satu pelaku UMKM, Siti Aminah, pemilik usaha kerajinan tangan di wilayah perbatasan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pendampingan yang diberikan.
"Dengan adanya pelatihan ini, kami jadi lebih paham pentingnya menjaga lingkungan dalam menjalankan usaha. Kami berharap dapat terus menerapkan praktik-praktik green accounting ini untuk keberlanjutan usaha kami," kata Aminah.
KKL ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Tanjungpura dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan masyarakat.
Para mahasiswa magister akuntansi yang terlibat dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mendorong praktik-praktik bisnis yang lebih ramah lingkungan di masa depan.
Dengan demikian, kegiatan KKL Magister Akuntansi Universitas Tanjungpura di KJRI Kuching ini tidak hanya memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi UMKM di perbatasan Malaysia-Indonesia dalam menerapkan green accounting sebagai langkah menuju bisnis yang lebih berkelanjutan. (vie/ser)
Editor : A'an