PONTIANAK POST - Potensi hujan di Kalimantan Barat kembali meningkat usai dilanda cuaca panas beberapa waktu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar ingatkan masyarakat waspada awan penghujan dari laut yang dapat disertai angin kencang.
Potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kalbar berpotensi terjadi 19 hingga 25 Februari 2025.
Supriyadi, Prakirawan BMKG-Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengatakan terdapat potensi hujan yang cukup merata di wilayah Kalbar pada Kamis (20/2).
"Untuk sebagian wilayah, hujan berada dalam intensitas sedang hingga lebat," katanya Rabu (19/2).
Supriyadi ingatkan masyarakat untuk waspada adanya angin kencang, guntur, atau pun angin kencang berdurasi singkat.
"Adapun indeks kemudahan kebakaran hutan dan lahan satu minggu ke depan umumnya dalam kategori yang aman. Namun, untuk sebagian wilayah Ketapang dalam kategori mudah terbakar," katanya mengingatkan.
Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 8 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tanggal 18 Februari 2025 Pukul 07.00 WIB hingga 19 Februari 2025 Pukul 06.00 WIB tidak terdapat suhu udara ekstrem. Suhu udara tertinggi yaitu 33.2°C terjadi di Kubu Raya.
Suhu udara rata-rata berkisar 26.1°C hingga 28.5°C. Sementara suhu udara terendah adalah 22.5°C di Kapuas Hulu. Terjadi hujan beberapa wilayah. Curah hujan tertinggi terjadi di Pontianak yaitu 4.8 mm/ hari.
Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori sangat pendek hingga menengah.Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 14 knot di Sambas. Arah angin dominan dari arah Timur Laut. Terdapat Jarak pendek ekstrem secara umum di atas 1000 meter. Jarak pandang di bawah 1000 meter berada di Sintang karena kabut.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan longsor, untuk lebih waspada. Saat hujan deras terjadi, perhatikan tanda-tanda awal longsor seperti munculnya retakan tanah atau rembesan air. Hindari aktivitas di area curam dan pastikan sistem drainase berfungsi dengan baik guna mengurangi risiko genangan dan banjir.
BMKG mengajak semua pihak untuk tidak mengabaikan potensi dampak dari sistem cuaca yang berkembang saat ini. Tetap waspada, siaga, dan selalu pantau informasi resmi BMKG agar bisa bersama-sama mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. (mrd)
Editor : A'an