Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Disdikbud Kalbar Jalin Kerja Sama dengan Perusahaan Tambang: Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Miftahul Khair • Sabtu, 22 Februari 2025 | 13:35 WIB
Kepala Disdikbud Kalbar Rita Hastarita saat berkunjung ke PT. Huayue Nickel Cobalt di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (21/2).
Kepala Disdikbud Kalbar Rita Hastarita saat berkunjung ke PT. Huayue Nickel Cobalt di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (21/2).

 

PONTIANAK POST - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat melakukan kerja sama dengan Huayue Indonesia dan PT. Huayue Nickel Cobalt, perusahaan internasional yang bergerak di bidang sumber daya mineral khususnya tambang nikel kobal.

Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam penerapan link and match antara dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja.

Hal ini juga menjadi yang pertama di Indonesia, Disdikbud Provinsi menjalin kerja sama dalam pengembangan pendidikan, dan rekrutmen pegawai dengan perusahaan yang bergerak di sektor tambang.

Kepala Disdikbud Kalbar, Rita Hastarita hadir langsung ke lokasi PT. Huayue Nickel Cobalt di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (21/2).

Rita mengungkapkan, bentuk kerja sama yang dijalin yaitu pengembangan pendidikan, dan pengajaran untuk peningkatan kualitas peserta didik sesuai kebutuhan industri.

Kemudian penyelenggaraan kegiatan pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat. Lalu pendayagunaan sumber daya manusia dalam bentuk praktik kerja lapangan, pelatihan dan seminar.

Termasuk juga penyediaan guru tamu, kesempatan mengikuti seleksi penerimaan, dan penyerapan tenaga kerja. "Untuk tahap pertama kerjasama untuk SMKN 2 Singkawang, dan terbuka untuk seluruh sekolah di jenjang SMA/SMK di Kalbar," ujarnya.

Menurutnya ada beberapa hal yang menjadi bahan diskusi dalam pertemuannya dengan pihak PT. Huayue Nickel Cobalt.

Pertama ia bergarap agar program Praktik Kerja Lapangan (PKL) dapat menjadi barometer, atau penilaian bagi perusahaan dalam menyerap lulusan menjadi tenaga kerja.

"Pihak perusahaan menyatakan bahwa mereka sangat membutuhkan tenaga translator yang mampu menguasai tiga bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin," katanya.

Hal itu lanjut dia, memberikan gambaran kepada Disdikbud Kalbar untuk mendesain kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan industri ke depan.

Sehingga pihak sekolah menambahkan keinginan agar perusahaan dapat membuka kelas khusus guna meningkatkan keterampilan peserta didik sesuai standar yang dibutuhkan oleh industri.

"Pihak perusahaan siap menerima lulusan SMA/SMK di Kalbar untuk berkarir di Huayue," tegasnya.

Rita berharap melalui kerja sama ini, lulusan sekolah di Kalbar dapat lebih siap, dan berdaya saing dalam dunia kerja. "Serta mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang," pungkasnya. (bar)

Editor : Miftahul Khair
#pendidikan #tambang #Kerja sama #kalbar #Disdikbud