PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Pontianak Ibrahim memastikan bahwa stok bahan pangan saat ini tercukupi untuk kebutuhan masyarakat jelang puasa.
“Dari neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan jelang puasa, secara keseluruhan stok pangan kita tercukupi. Jadi saya minta masyarakat tidak perlu khawatir, kemudian berbelanjalah secukupnya,” kata Ibrahim kepada Pontianak Post, Selasa (25/2).
Dia mengungkapkan terdapat sebelas jenis bahan pangan yang terdata. Yaitu beras stoknya masih ada 11.958,00 ton. Sedangkan untuk kebutuhan beras di angka 4.841,61 ton. Lalu jagung pipil ketersediaan 146,10 ton kebutuhannya 61,44 ton.
Lebih dalam kata Ibrahim untuk komoditi bawang merah ketersediaannya 337,00 ton dengan kebutuhan 122,88 ton. Bawang putih ketersediaannya 297,00 ton dengan kebutuhan 116,74 ton.
Cabai besar stok yang tersedia 81,00 ton sedangkan kebutuhannya 30,72 ton. Lalu cabai rawit ketersediaannya 191,00 ton dan kebutuhannya 69,43 ton. Daging sapi tersedia 353,90 ton dan kebutuhannya 294,92 ton. Daging ayam 1.609,00 ton dan kebutuhannya 933,92 ton.
Kemudian lanjutnya untuk telur ayam stoknya 1.103,00 ton dengan kebutuhan 602,13 ton. Gula pasir ketersediaannya 993,00 ton dan kebutuhannya 374,79 ton. “Terakhir minyak goreng ketersediaannya 1.101,00 ton dan kebutuhannya 583,70 ton,” ungkapnya.
Melihat data tersebut, artinya stok pangan untuk kebutuhan masyarakat selama puasa akan tercukupi. Meski demikian, pihaknya juga akan melakukan pemantauan terutama soal harga kebutuhan pangan jangan justru muncul gejolak harga.
Karena secara stok pangan Kota Pontianak tercukupi. Sehingga jauh kemungkinan jika harga pangan saat puasa nanti akan mengalami kenaikan. “Ini akan kami lakukan pengecekan di pasar. Khususnya untuk harga pangan,” katanya.
Sebelumnya Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak Emiliana minta Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan dapat melakukan pengecekan stok bahan pangan jelang pelaksanaan puasa.
“Dinas Perdagangan sudah harus melakukan pengecekan stok pangan. Terutama untuk bahan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging dan lainnya. Jelang puasa, pasti terdapat peningkatan dalam pembelian kebutuhan bahan pokok,” katanya.
Pengecekan dapat dilakukan mulai dari tingkat distributor, agen-agen hingga ke pasar tradisional dan moderen. Kesemuanya dilakukan untuk memastikan agar stok tercukupi.
Dengan demikian, ketika menyambut puasa, masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan stok bahan pangan yang akan digunakan untuk menyambut puasa. Sebab kata dia, ketika menyambut bulan puasa, pasar-pasar tradisional akan dipenuhi orang belanja.
Adanya peningkatan masyarakat yang membeli bahan kebutuhan pokok di pasar, pastinya juga akan berpengaruh pada jumlah stok pangan di pasar-pasar itu. Apabila stok di pasar kurang, kemudian jumlah pembeli justru meningkat, maka yang terjadi adalah kenaikan pada kebutuhan bahan pokok itu sendiri. “Ini hukum pasar,” ungkapnya.
Kemudian dia juga minta Dinas Perdagangan mengecek logistik pangan ini di jasa-jasa pengiriman dari Pulau Jawa ke Pontianak. Jika transportasi logistik ini terganggu, juga bakal berdampak pada tersendatnya distribusi pangan sampai ke masyarakat.
Ia berharap, dengan adanya pengecekan stok pangan ini, dapat mencegah terjadinya kenaikan harga bahan kebutuhan pokok jelang puasa nanti. Emiliana optimis, jika stok pangan tercukupi, maka kecil kemungkinan harga kebutuhan pokok ini harganya naik di pasar-pasar.
“Di tengah kondisi perekonomian global yang tengah menurun, kita juga mesti memastikan jika semua kebutuhan masyarakat bisa tercukupi. Terutama kebutuhan primer ini,” ungkapnya.(iza)
Editor : A'an