PONTIANAK - Sebagian besar wilayah Kalbar masih mengalami musim hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah di Kalbar periode 26 Februari hingga 3 Maret 2025.
Septikasari, Prakirawan Stasiun Meterologi Kelas I Supadio mengatakan berdasarkan prakiraan angin 3000 kaki secara umum angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 5 knot.
"Esok hari kami perkiraan sebagian besar wilayah Kalbar masih potensi hujan ringan hingga lebat khususnya. Waspadai hujan yang terjadi dapat disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat," jelasnya Rabu (26/2).
Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menginformasikan hujan ringan berpeluang terjadi di wilayah pesisir Kalbar.
Namun, masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang berpeluang terjadi di perairan Sambas, Perairan Singkawang- Bengkayang, Perairan Pontianak-Mempawah, Perairan Kubu Raya, Perairan Kayong Utara, dan Perairan Ketapang. Informasi ini berlaku dari 24 Februari hingga 2 Maret 2025.
Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 8 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tanggal 25 Februari 2025 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 26 Februari 2025 Pukul 06.00 WIB terdapat suhu udara ekstrem.
Suhu udara tertinggi yaitu 35,6 derajat Celsius terjadi di Kapuas Hulu. Suhu udara rata-rata berkisar 24,9 derajat Celsius hingga 27,9 derajat Celsius. Sementara suhu udara terendah adalah 22.9 derajat Celsius di Sintang dan Melawi.
Baca Juga: Wagub Kalbar Pastikan Kepatuhan Perusahaan Terhadap Regulasi Daerah
Terjadi hujan di semua titik pengamatan. Curah hujan tertinggi tercatat di Kapuas Hulu yaitu 110.5 mm/ hari. Tidak terdapat kejadian angin kencang. Kecepatan angin tertinggi yaitu 18 Knot di Mempawah.
Arah angin dominan dari arah Selatan - Timur. Terdapat jarak pandang ekstrem. Jarak pandang sekitar 1.000 meter di Kubu Raya dan Sintang.
Plt Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resminya mengungkapkan sebagian wilayah indonesia masih mengalami puncak musim hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi, bahkan beberapa wilayah mengalami intensitas sangat tinggi hingga (>500mm/bulan).
"Masyarakat diimbau agar selalu aktif untuk pantau informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan mudik lebaran," ujarnya.
Lebih lanjut Dwikorita menjelaskan bahwa fenomena La Nina lemah diperkirakan akan berlangsung hingga Mei 2025. Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan di berbagai wilayah Indonesia, terutama pada Maret–April 2025, dengan curah hujan yang diprediksi berada dalam kategori menengah hingga tinggi. Beberapa daerah berpotensi mengalami hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang.
Selain La Nina lemah, BMKG juga mengidentifikasi pengaruh aktivitas gelombang ekuator dan Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terlihat mulai Maret.
Fenomena ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Sumatra bagian utara, dan akan bergerak ke bagian barat serta tengah Indonesia hingga pertengahan Maret.
BMKG juga memperingatkan potensi banjir rob di beberapa wilayah pesisir Indonesia yang dapat terjadi akibat fenomena bulan baru dan purnama yang bertepatan dengan jarak terdekat Bumi-Bulan pada akhir Maret dan April.
Sementara itu, periode Maret–April merupakan masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau (pancaroba), yang ditandai dengan cuaca ekstrem seperti hujan lebat berdurasi singkat, petir, angin kencang, serta kemungkinan terjadinya angin puting beliung dan hujan es di beberapa wilayah. (mrd)
Editor : A'an