PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Yoggy Perdana Putra minta pengawasan aktivitas anak remaja memasuki bulan puasa mesti dikuatkan sebagai antisipasi terjadinya kenakalan remaja. Mulai dari tawuran hingga balap liar.
“Aktivitas anak-anak remaja selama bulan puasa mesti ditingkatkan. Pol PP bisa melakukan pengawasan di enam kecamatan. Kejadian tawuran antar remaja hingga balap liar ini dapat mengganggu ketertiban umum. Makanya selama puasa ini pengawasan mesti diperkuat,” ujar Yoggy kepada Pontianak Post, Rabu (26/2).
Sampaian Yoggy itu berkaca dengan kejadian di tahun lalu. Dimana temuan di beberapa kecamatan ketika bulan puasa justru terjadi tawuran antar kelompok remaja. Mulai dari perang dengan menggunakan sarung sampai membawa senjata tajam.
Kondisi ini jangan terjadi lagi di tahun ini. Makanya evaluasi ini dilakukan sebagai antisipasi, takutnya di tahun ini kejadian tawuran antar kelompok remaja justru kembali terulang di Pontianak.
Dia khawatir, ketika tawuran sampai memakan korban. Apalagi sampai meninggal dunia. Ini paling ditakuti. Namanya anak remaja, emosionalnya masih labil. Mereka masih mencari jati diri. Sedikit saja percikan sudah bisa memancing emosi mereka dan bergerak dengan melakukan tawuran antar kelompok.
Selain tawuran antar kelompok, dia juga minta pihak terkait melakukan pengawasan terhadap aktivitas balap liar. Jam-jam rawan balap liar ini pada malam hari dan biasanya subuh hari selepas salat subuh.
Orang tua juga diminta melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak selama bulan puasa. Jangan biarkan mereka keluyuran tanpa alasan jelas.
“Kita harus jaga anak-anak selama bulan puasa. Berikan mereka penguatan agama. Dengan adanya penguatan agama, karena agama ini pondasi dalam hidup kita. Ketika pendidikan agamanya sudah kuat, mereka akan berpikir seribu kali untuk melakukan hal negatif,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu Yoggy juga menambahkan, selama puasa pastinya aktivitas tempat hiburan malam mesti diatur pengoperasiannya.
“Ini kita tunggu sajalah surat edarannya dari Wali Kota Pontianak. Sebab aturan ini memang selalu dilakukan selama bulan puasa. Tujuannya untuk menghormati umat muslim yang tengah melakukan ibadah,” tutupnya.(iza)
Editor : A'an