Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jelang Bulan Suci Ramadan, Wakil Ketua DPRD Kalbar Ini Imbau Pemprov Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Bapokting

A'an • Kamis, 27 Februari 2025 | 15:23 WIB
Wakil Ketua II DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur.
Wakil Ketua II DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur.

PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur mengimbau pemerintah menjamin ketersediaan bahan pokok tetap aman di pasaran selama Ramadan sampai Idul Fitri 2025.

Di sisi lain jaminan harga wajib dipastikan tidak mengalami lonjakan tinggi, hingga umat muslim benar-benar merasakan aman dan nyaman beribadah selama puasa.

"Selama Ramadan 1446 Hijriah, pastikan ketersediaan kebutuhan pokok, terutama bahan pokok penting (bapoktin) tersedia di pasar-pasar, baik pasar tradisional, minimarket, supermarket dan pasar lainnya. Misalnya beras, telur, tepung, minyak goreng, gula, kopi dan lain-lain selalu ada sampai menjelang pelaksanaan lebaran (Idul Fitri)," ucapnya, Kamis (27/2) di Pontianak.

Menurut Prabasa, Pemerintah Provinsi dan Daerah melalui dinas teknisnya memang harus rutin mengawasi pergerakan harga kebutuhan pokok awal puasa, selama Ramadan hingga menjelang lebaran. Jika memang diperlukan untuk menekan harga, lakukan operasi pasar dengan tujuan menstabilkan harga Bapokting.

"Intinya pengawasan bertujuan agar para pelaku usaha tidak menaikkan harga diluar batas yang telah ditetapkan pemerintah. Apalagi memanfaatkan kelangkaan barang demi keuntungan berlebihan. Prinsipnya keadilan Harga harus dijaga khususnya selama Ramadan 1446 Hijriah ini," kata dia.

Sekretaris DPD Golkar Kalbar ini juga menyoroti komoditas penting seperti daging ayam dan daging sapi, yang selalu jadi incaran masyarakat menjelang puasa Ramadan dan sebelum Idul Fitri. Menurutnya, harga dua bahan pokok ini harus tetap dalam batas wajar dan tidak boleh naik secara drastis atau tinggi.

"Naik sedikit masih bisalah diterima, tapi harus dalam batas wajar. Kalau hafganya melonjak tinggi, apalag sampai dua kali lipat, kami minta harus ada tindakan tegas ke pelaku usaha," ucapnya.

Selain ketersediaan bahan pangan penting, Prabasa ikut menekankan pentingnya menjaga pasokan listrik tetap stabil selama Ramadan 1446 Hijriah ini. Dia meminta PLN memastikan distribusi listrik ke rumah warga dan rumah ibadah umat muslim tetap terjaga, terutama di waktu-waktu  berbuka puasa, shalat tarawih, hingga santap sahur dan shalat subuh.

"Jangan dibuat byarpet atau mati mendadak, andai benar-benar bukan kejadian force majeure. Biarkan umat muslim tetap khusuk melaksanakan ibadah selama Ramadhan ini," ujarnya.

Prabasa juga mengingatkan masyarakat berpartisipasi menjaga kelancaran distribusi listrik ke rumah-rumah warga dan rumah ibadah. Sebab salah satu kendala yang sering terjadi adalah gangguan karena tali kawat layangan. Pelakunya juga oknum-oknum masyarakat, pemain layangan dengan tali kawat.

"Makanya, saya harapkan masyarakat tetap peduli dan berperan aktif melaporkan atau menegur pelaku yang masih bermain layangan dengan kawat selama Ramadhan," pungkas mantan Wakil Bupati Sambas ini.(den)

Editor : A'an
#ramadan #bapok #Prabasa Anantatur