PONTIANAK POST - Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) telah memiliki kepala daerah definitif, baik di tingkat provinsi maupun 14 kabupaten/kota lainnya.
Sebagian besar pemimpin daerah yang baru merupakan petahana, atau bukan nama-nama baru baik dari dunia politik, maupun birokrat.
Sebagai pejabat publik, mereka yang saat ini menjabat gubernur, bupati, dan wali kota se-Kalbar sebelumnya tentu telah melaporkan harta kekayaan masing-masing ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Lantas, siapakah kepala daerah periode 2025-2030 terkaya dan ‘termiskin’ di Kalbar?
Kepala daerah dengan harta kekayaan paling besar adalah Gubernur Kalbar Ria Norsan. Total harta kekayaan mantan Bupati Mempawah dua periode itu ada sebanyak Rp36,497 miliar. Terdiri dari 34 item tanah dan bangunan sebesar Rp18,476 miliar.
Lalu, alat transportasi dan mesin sebesar Rp330 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp479,785 juta, kas dan setara kas sebesar Rp8,71 miliar, dan harta lainnya ada sebesar Rp8,5 miliar. Dan mantan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar periode 2018-2023 itu tercatat tidak memiliki utang.
Meski menjadi kepala daerah terkaya di Kalbar, dibanding gubernur se-Pulau Kalimantan, harta kekayaan Ria Norsan merupakan yang terendah. Harta kekayaannya masih kalah dengan Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang yang memiliki total harta kekayaan sebesar Rp37,32 miliar.
Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memiliki total harta kekayaan sebesar Rp178,93 miliar, dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud sebesar Rp183,30 miliar. Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menjadi gubernur terkaya di Kalimantan dengan total harta kekayaan sebesar Rp414,80 miliar.
Jika berbicara kepala daerah se-Kalbar, yang memiliki harta terbanyak kedua setelah Ria Norsan adalah istrinya sendiri yang merupakan Bupati Mempawah Erlina. Dari LHKPN yang dilaporkan Erlina pada 22 Maret 2024, total harta kekayaannya Rp36,49 miliar, identik dengan LHKPN Ria Norsan yang dilaporkan 20 Agustus 2024. Hal ini dapat dimaklumi mengingat keduanya suami istri.
Erlina yang saat ini memasuki periode kedua sebagai Bupati Mempawah memiliki harta berupa tanah dan bangunan sebesar Rp18,469 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp330 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp479,785 juta, kas dan setara kas sebesar Rp8,7 miliar, dan harta lainnya sebesar Rp8,5 miliar.
Selanjutnya di posisi ketiga ada Bupati Kubu Raya Sujiwo dengan total harta kekayaan sebesar Rp20,27 miliar. Terdiri dari harta berupa tanah dan bangunan sebesar Rp12,295 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp150 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp872,5 juta, surat berharga sebesar Rp150 juta, kas, dan setara kas sebesar Rp7,29 miliar, dan harta lainnya sebesar Rp1,3 miliar. Namun Jiwo-sapaan karibnya juga tercatat memiliki utang sebesar Rp1,8 miliar.
Keempat ada Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala. Dari LHKPN yang dilaporkan pada 27 Maret 2024, total harta kekayaannya mencapai Rp15,257 miliar.
Terdiri dari harta berupa tanah dan bangunan sebesar Rp8,88 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp2,69 milia, harta bergerak lainnya sebesar Rp5 juta, juga kas dan setara kas sebesar Rp3,678 miliar.
Kemudian, kepala daerah terkaya kelima ada Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan. Total harta kekayaan bupati yang saat ini menjabat periode kedua itu sebesar Rp14,176 miliar. Terdiri dari harta berupa tanah, dan bangunan sebesar Rp9,9 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp534 juta, harta bergerak lainnya Rp1,3 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp1,49 miliar, dan harta lainnya ada Rp870 juta.
Keenam ada Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa dengan total harta kekayaan mencapai Rp10,2 miliar. Terdiri dari harta berupa tanah dan bangunan Rp7,33 miliar, alat transportasi dan mesin Rp1,1 miliar, harta bergerak lainnya Rp348,5 juta, serta kas dan setara kas Rp1,4 miliar. Bupati yang juga kembali menjabat untuk periode kedua itu, tercatat tidak memiliki utang.
Selanjutnya ada Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. Edi memiliki total harta kekayaan sebesar Rp10,025 miliar, terdiri dari tanah dan bangunan Rp9,17 miliar, alat transportasi dan mesin Rp293 juta, harta bergerak lainnya Rp376,7 juta, serta kas dan setara kas Rp182,5 juta. Edi juga tercatat tidak memiliki harta lainnya, dan utang.
Di posisi kedelapan ada Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis dengan total harta kekayaan sebesar Rp8,357 miliar. Terdiri dari harta berupa tanah dan bangunan sebesar Rp5,756 miliar, alat transportasi dan mesin sebesar Rp622 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp314,5 juta, lalu kas dan setara kas sebesar Rp1,9 miliar. Selain itu, Darwis tercatat memiliki hutang sebesar p250 juta.
Lalu, di posisi kesembilan ada Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie yang tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp5,24 miliar. Terdiri dari harta berupa tanah dan bangunan Rp3,5 miliar, alat transportasi dan mesin Rp232 juta, harta bergerak lainnya Rp764,77 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp853 juta. Wali Kota yang kembali menjabat untuk periode kedua itu tercatat memiliki utang sebesar Rp112 juta.
Di posisi ke-10, ada Bupati Landak, Karolin Margret Natasa yang total harta kekayaan sebesar Rp5,058 miliar. Terdiri dari harta berupa tanah dan bangunan Rp4,55 miliar, alat transportasi dan mesin Rp398 juta, harta bergerak lainnya Rp40,4 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp70 juta.
Setelah itu ada Bupati Ketapang, Alexander Wilyo. Total harta kekayaannya sebesar Rp3,44 miliar, terdiri dari harta berupa tanah dan bangunan Rp2,78 miliar, alat transportasi dan mesin Rp51,7 juta, harta bergerak lainnya Rp121,7 juta, kas dan setara kas Rp479,8 juta, dan harta lainnya sebesar Rp8,5 juta.
Menyusul kemudian ada Bupati Sambas Satono, dengan total harta kekayaan sebesar Rp3,085 miliar. Hartanya berupa tanah dan bangunan tercatat sebesar Rp2,2 miliar, alat transportasi dan mesin Rp182,875 juta, harta bergerak lainnya Rp746,6 juta, serta kas dan setara kas Rp160,3 juta. Selain itu, Bupati Satono juga tercatat memiliki utang sebesar Rp232,4 juta.
Di posisi ke-13 ada Bupati Sekadau Aron dengan total harta kekayaan Rp2,695 miliar. Harta berupa tanah dan bangunan tercatat Rp1,16 miliar, alat transportasi dan mesin Rp195 juta, harta bergerak lainnya Rp135,9 juta, serta kas dan setara kas Rp1,477 miliar. Aron juga tercatat memiliki utang sebesar Rp272,6 juta.
Kemudian, di posisi ke-14 ada Bupati Sanggau, Yohanes Ontot yang memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,27 miliar. Harta berupa tanah dan bangunan miliknya tercatat Rp1,11 miliar, alat transportasi dan mesin Rp257 juta, harta bergerak lainnya Rp275 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp626,85 juta.
Terakhir kepala daerah dengan harta kekayaan paling sedikit di Kalbar adalah Bupati Kayong Utara Romi Wijaya. Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara itu memiliki harta kekayaan sebesar Rp2,058 miliar. Harta berupa tanah dan bangunan miliknya tercatat Rp1,05 miliar, alat transportasi dan mesin Rp472 juta, harta bergerak lainnya Rp10,6 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp520 juta. (bar)
Berikut daftar harta kekayaan kepala daerah di Kalbar:
- Gubernur Kalbar Ria Norsan : Rp36,497 miliar
- Bupati Mempawah Erlina : Rp36,49 miliar
- Bupati Kubu Raya Sujiwo : Rp20,27 miliar
- Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala : Rp15,257 miliar
- Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan : Rp14,176 miliar
- Bupati Melawi Dadi Sunarya Usfa Yursa : Rp10,2 miliar
- Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono : Rp10,025 miliar
- Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis : Rp8,357 miliar
- Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie : Rp5,24 miliar
- Bupati Landak Karolin Margret Natasa : Rp5,058 miliar
- Bupati Ketapang Alexander Wilyo : Rp3,44 miliar
- Bupati Sambas Satono : Rp3,085 miliar
- Bupati Sekadau Aron : Rp2,695 miliar
- Bupati Sanggau Yohanes Ontot : Rp2,27 miliar
- Bupati Kayong Utara Romi Wijaya : Rp2,058 miliar
Editor : Miftahul Khair