PONTIANAK POST - Hari pertama Bazar Ramadan 1446 H di Halaman Masjid Raya Mujahidin dipadati pengunjung, Sabtu (1/3). Bazar yang digelar mulai kemarin hingga 25 Maret 2025 itu menyediakan beragam kuliner, pakaian, hingga kerajinan tangan. Masyarakat juga dapat berbelanja pada kegiatan operasi pasar murah yang dilaksanakan di pagi harinya.
Selain itu, kawasan tersebut juga diramaikan dengan jasa tukar uang melalui mobil kas keliling Bank Kalbar dan Bank Indonesia. Ketua Panitia Bazar Ramadan Fuadi Yusla mengungkapkan, Bazar Ramadan atau yang biasa juga dikenal dengan sebutan pasar juadah ini diikuti 104 UMKM yang 86 lapak di antaranya pedagang kuliner.
Tenda yang disiapkan panitia lebih luas, yakni 25 m x45m dengan panggung 9mx10m. Fuadi mengatakan, kegiatan ini tak lepas dari peranan para sponsor seperti Bank Kalbar dan Bank Indonesia.
"Secara keseluruhan persiapan berjalan baik semoga memberikan manfaat. Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan di tahun mendatang sehingga bazar ini jadi agenda tahunan yang lebih baik," harapnya pada acara pembukaan Bazar Ramadan, Sabtu (1/3).
Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar mengatakan Bazar Ramadan yang digelar ini adalah salah satu bentuk nyata dari kebersamaan untuk berbagi pada momen Ramadan. Bank Kalbar terus mendukung kegiatan yang menyangkut daerah Kalbar, termasuk Bazar Ramadan. Bank Kalbar juga akan menyiapkan mobil kas keliling untuk melayani penukaran uang.
Manto Saidi, Sekretaris Umum Yayasan Mujahidin mengapresiasi keterlibatkan Bank Kalbar dan Bank Indonesia dalam menyukseskan bazar ini.
Ia juga mengapresiasi partisipasi UMKM yang begitu antusias mengisi lapak-lapak yang telah disediakan. Bahkan di hari pertama, pengunjung sudah tumpah ruah untuk membeli aneka kebutuhan menjelang berbuka puasa. "Tentu kami berharap tahun berikutnya acara ini lebih besar lagi," harapnya.
Selama Ramadan, lanjut dia, Masjid Raya Mujahidin menyelenggarakan beragam kegiatan mulai dari salat malam, kegiatan sosial, dan aneka perlombaan.
Hadirnya Bazar Ramadan ini diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat, tak hanya dalam upaya memakmurkan masjid tetapi juga masyarakat.(mrd)
Editor : A'an