PONTIANAK POST - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Rita Hastarita mengimbau kepada orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak selama bulan puasa. Aksi kenakalan remaja mulai dari tawuran sampai balap liar menjadi perhatiannya.
“Di bulan puasa ini saya mengimbau orang tua untuk bisa memantau aktivitas anak-anaknya. Ketika mereka izin keluar di malam hari sebaiknya ditanya betul-betul, mau kemana mereka, takutnya justru berkumpul dan melakukan hal-hal negatif,” ungkap Rita kepada Pontianak Post, Sabtu (1/3).
Kata Rita aksi ini bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lainnya. Dia tak ingin anak remaja justru menjadi korban akibat balap liar. Kegiatan balap liar ini bukan hanya merugikan dirinya sendiri, namun juga bagi orang lain.
Terlebih jika dilakukan di bulan puasa. Bulan dimana umat Islam melakukan ibadah, namun karena orang tua yang tidak terlalu memperhatikan aktivitas anak-anaknya justru timbullah kegiatan balap liar ini.
Jam-jam anak balap liar ini biasanya malam hari, kemudian usai salat subuh. Waktu-waktu ini menjadi ajang mereka melakukan balap liar. Lokasinya bisa dimana saja. Bahkan tak menutup kemungkinan menggunakan Jalan Ahmad Yani. Kemudian Jalanan sepi seperti di BLKI juga tak luput dari pantauannya.
“Makanya saya minta anak-anak fokus pada pendidikan dan kegiatan positif lainnya, apalagi di bulan ramadan ini tingkatkan iman dan taqwa, ikuti kajian, pesantren kilat, tadarusan dan kegiatan keagamaan lainnya,” pintanya.
Dia pun akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan penertiban anak-anak yang terlibat balap liar. Antisipasi pengawasan kegiatan balap liar oleh remaja ini dilakukan agar tidak ada korban dalam aksi negatif para remaja ini. Dia juga minta agar pihak berwajib dapat melakukan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang melakukan tawuran.
“Di tahun lalu kejadian ini saat bulan puasa. Makanya sebagai evaluasi pengawasan untuk kenakalan remaja di puasa kali ini harus kita cegah,” katanya.
Masyarakat dimintanya juga diharap merespon ketika terdapat kejadian balap liar dengan melaporkan ke pihak berwajib.
“Saya rasa ini persoalan kita semua. Kuncinya memang pengawasan ini ada di orang tua. Jadi ketika orang tua melakukan pengawasan, saya rasa hal-hal negatif yang dilakukan oleh remaja bisa terhindarkan,” katanya.(Iza)
Editor : A'an