PONTIANAK POST - Subhan Nur, Anggota DPRD Kalimantan Barat dari Dapil Sambas, memberikan apresiasi atas keputusan pembukaan akses lalu lintas Open Traffic Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) di Kabupaten Sambas. Menurutnya, langkah ini membuktikan bahwa pemerintah mendengar aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan biaya penyeberangan tinggi melalui kapal feri serta kondisi jalan rusak yang harus dilalui jika ingin menyeberang.
“Fungsi jembatan ini sangat mendesak bagi kepentingan masyarakat. Kini tak ada lagi biaya feri yang memberatkan atau jalan rusak yang harus dihindari. Ini kemajuan sangat penting bagi masyarakat,” ujar Subhan Nur, politisi yang juga Ketua Partai NasDem Kabupaten Sambas ini, Senin (3/3).
Menurutnya, peresmian resminya oleh kepala negara baik Presiden atau Wakil Presiden tetap mungkin dilakukan kedepannya, dengan jadwalnya menyesuaikan agenda kenegaraan.
“Nah, jika nanti Presiden atau Wapres datang, masyarakat Sambas siap menyambut dengan acara besar, sekaligus memperkenalkan Sambas sebagai Serambi Mekah wilayah kita,” tuturnya.
Dampak Ekonomi Langsung
Keberadaan JSSB diharapkan menjadi solusi bagi sejumlah persoalan ekonomi di wilayah tersebut. Anggota DPRD Kalbar tiga periode ini menyebutkan bahwa inflasi di Kecamatan Jawai dan Tekarang diprediksi menurun karena distribusi kebutuhan pokok akan lebih lancar, aman, dan tanpa biaya tambahan.
“Kemanfaatan ekonomi bagi masyarakat adalah dampak terbesar. Geliat ekonomi warga setempat diharapkan meningkat signifikan. Ini tujuan kita dan harapan dari pembukaan akses lalu lintas JSSB ini,” jelasnya.
Hanya saja, Subhan tetap mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sambas untuk segera meningkatkan kualitas perbaikan jalan berstatus jalan kabupaten yang menjadi akses dari JSSB ini. Sebab kendaraan roda dua dan empat yang melewati JSSB ini, pasti ikut melewati jalan-jalan yang dibangun dari APBD Kabupaten. Sementara kualitas-kualitas jalan tersebut, tak sedikit yang masih mengalami kerusakan.
"Makanya, kami (DPRD Kalbar) minta kualitas jalan kabupaten ikut ditingkatkan. Sebab,jika tidak diperbaiki, kerusakannya akan bertambah parah dan membebani APBD Sambas,” tegas Subhan.
Meski mengapresiasi pembukaan JSSB, Subhan mengaku tidak menghadiri acara open traffic karena tidak mendapat undangan. “Saya tidak memaksakan diri hadir jika tidak diundang. Yang penting, fungsi jembatan sudah bisa dinikmati masyarakat. Itu poin pentingnya,” kata dia.
Dia menekankan, kepuasan terbesarnya adalah melihat jembatan tersebut akhirnya bisa digunakan untuk kepentingan publik setelah sekian lama dinantikan. Masyarakat setempat pun menyambut gembira, terutama para pedagang dan pelaku usaha yang mengandalkan distribusi barang antar-wilayah.
"Kedepan, pembenahan infrastruktur pendukung menjadi pekerjaan rumah bersama agar manfaat JSSB benar-benar optimal bagi kesejahteraan masyarakat Sambas," pungkasnya.(den)
Editor : A'an