Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

BPBD Kalbar: Longsor di Bukit Seha Sempat Putuskan Akses Jalan, Kini Sudah Dibuka

A'an • Selasa, 4 Maret 2025 | 10:33 WIB
TUTUP JALAN: Kondisi tanah longsor yang terjadi di Bukit Seha, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, sempat menutup akses jalan.
TUTUP JALAN: Kondisi tanah longsor yang terjadi di Bukit Seha, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, sempat menutup akses jalan.

PONTIANAK POST - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, pada Minggu (2/3) kini mulai tertangani. Berdasarkan laporan terkini, akses jalan utama Pontianak-Landak yang sempat tertutup material longsor di Bukit Seha sudah kembali normal, dan aktivitas masyarakat pun berjalan seperti biasa.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) Daniel mengungkapkan banjir sempat terjadi di tiga titik, yakni di Desa Paloan, Desa Senakin, dan sekitarnya. Selain itu, longsor juga dilaporkan terjadi di tiga titik berbeda di Bukit Seha.

Longsor tersebut bahkan sempat memutus akses jalan utama penghubung Kabupaten Landak dan Kota Pontianak. “Betul, kemarin terjadi banjir di tiga titik termasuk di Desa Senakin dan longsor di Bukit Seha yang menutup jalan. Namun, sejak subuh tadi tim gabungan dari PUPR Provinsi Kalbar, PUPR Kabupaten Landak, dan unsur lainnya sudah berhasil membersihkan material longsor," ungkap Daniel kepada awak media, Senin (3/2). 

Saat ini, lanjut dia, jalur transportasi dari Kabupaten Landak ke Kota Pontianak sudah kembali lancar, dan warga sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Begitu juga dengan kondisi banjir di Senakin dan Paloan yang mulai surut, setelah sebelumnya sempat menggenangi pemukiman warga secara tiba-tiba.

Meski kondisi sudah membaik, Daniel meminta masyarakat tetap waspada mengingat intensitas hujan di Kalbar masih cukup tinggi. Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada awal Maret ini.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor seperti di lereng bukit atau kaki bukit, untuk terus waspada. Longsor bisa kembali terjadi sewaktu-waktu jika hujan deras mengguyur,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Landak juga telah diminta memasang rambu peringatan di daerah-daerah rawan longsor. Ini penting agar masyarakat lebih berhati-hati dan bisa menghindari risiko bencana serupa.

Selain faktor cuaca, kerusakan lingkungan disebutnya menjadi salah satu penyebab utama mudahnya terjadi banjir dan longsor di kawasan ini. Banyaknya alih fungsi lahan, seperti hutan yang berubah menjadi perkebunan dan permukiman, menyebabkan hilangnya daerah resapan air. Akibatnya, saat hujan deras turun, air tidak terserap dengan baik sehingga memicu longsor dan banjir.

“Ini menjadi evaluasi besar bagi kita semua, baik masyarakat, pemerintah, maupun pelaku usaha, untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” tambah Daniel.

Sejauh ini, Kabupaten Landak menjadi wilayah pertama di Kalbar yang dilaporkan mengalami bencana banjir, dan longsor pada awal Maret 2025.

Pemerintah daerah, dan pihak terkait akan terus melakukan pemantauan serta antisipasi untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.(bar)

Editor : A'an
#longsor #BPBD KALBAR #banjir