PONTIANAK POST – Nama Riezky Kabah tengah menjadi perbincangan setelah kontennya di TikTok mendapat kecaman dari netizen.
Seleb TikTok asal Pontianak, Kalimantan Barat, ini dikecam karena pernyataannya yang dianggap merendahkan profesi guru.
Dalam unggahan di akun @riezky.kabah pada 9 Februari 2025, ia membuat pernyataan kontroversial dengan menuduh bahwa semua guru melakukan korupsi dan bersikap jahat.
Video tersebut dengan cepat menyebar luas, menarik perhatian publik, dan menuai reaksi negatif.
Kontennya juga banyak diunggah ulang oleh berbagai akun di media sosial lainnya, sehingga semakin viral.
Banyak netizen yang mengecam pernyataan tersebut dan mendesak agar Riezky diproses secara hukum.
Polda Kalbar Jemput Riezky Kabah
Akibat pernyataannya yang kontroversial, Rizky dipanggil oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat pada Senin (3/3) malam untuk dimintai keterangan.
Kepala Bidang Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bayu Suseno, membenarkan bahwa Rizky Kabah telah diamankan untuk menjalani klarifikasi terkait video yang menyinggung profesi guru.
Dalam video tersebut, Rizky menyebut bahwa guru adalah "koruptor" dan tidak layak dihormati. Pernyataan tersebut memicu kemarahan masyarakat, terutama dari kalangan tenaga pendidik.
"Ya benar, tadi malam yang bersangkutan telah dibawa ke Polda Kalbar untuk klarifikasi terkait pengaduan yang kami terima dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalbar," ujar Kombes Pol. Bayu Suseno pada Selasa (4/3).
Kerap Membuat Konten Kontroversial
Rupanya, ini bukan pertama kalinya Riezky Kabah mengunggah konten yang menyinggung profesi guru.
Ia diketahui sering membagikan video dengan nada serupa di berbagai kesempatan.
Namun, meskipun mendapat banyak hujatan, Riezky tidak menunjukkan penyesalan.
Sebaliknya, ia justru mengunggah ulang tangkapan layar komentar negatif yang diterimanya, seolah menantang balik kritik netizen.
Dari informasi yang beredar, Riezky bukan lagi seorang siswa SMA, karena diketahui telah menyelesaikan sekolah sejak 2020.
Hingga kini, ia belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf atas pernyataannya yang telah memicu kemarahan banyak pihak. (mif)
Editor : Miftahul Khair