Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Emiliana Soroti Dampak PHK Massal dan Kebijakan Pemerintah pada Perekonomian Jelang Lebaran

A'an • Minggu, 9 Maret 2025 | 12:10 WIB

 

Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak, Emiliana TB.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak, Emiliana TB.

PONTIANAK POST - Anggota Komisi III DPRD Kota Pontianak Emiliana memandang, kondisi perekonomian nasional yang tengah surut diakibatkan karena berbagai kebijakan dimungkinkan juga akan berdampak pada limbungnya perekonomian masyarakat. Gelombang PHK massal yang terjadi, sedikit banyak turut berefek pada situasi perekonomian pasar yang menjadi lesu.

“Gelombang PHK yang terjadi di Indonesia ditambah beberapa kebijakan yang agak memberatkan masyarakat akan berefek pada masyarakat kelas menengah dan ke bawah. Apalagi momentumnya saat ini, kebanyakan masyarakat menjalani puasa dan lebaran. Pasti akan banyak kebutuhan,” ujar Emiliana, kepada Pontianak Post, Sabtu kemarin.

Namun jika saat ini perekonomian masyarakat tengah sulit, maka akan membuat situasi pasar menjadi lesu pembeli. Akibat ketiadaan pembeli maka perekonomian daerah juga akan menjadi goyang.

Menurutnya fenomena ini terjadi, karena masyarakat belum mendapatkan pekerjaan pasti. Terutama bagi karyawan yang baru saja di PHK. Sehingga untuk membelanjakan kebutuhan mereka juga akan berpikir panjang. Sebab mesti menghemat sekaligus berpikir atau mencari lowongan pekerjaan baru.

Sehingga uang yang dimiliki akan digunakan untuk secermat mungkin untuk kepentingan pokok. Dia khawatir jika situasi ini turut berdampak pada geliat ekonomi jelang lebaran. Kata Emiliana sudah bukan rahasia umum, ketika masyarakat akan merayakan lebaran, akan terjadi perputaran ekonomi yang besar.

Masyarakat akan berbelanja. Mulai dari kebutuhan sandang pangan dan papan. Ketika perputaran ekonomi jelang lebaran itu terjadi, maka akan membuat ekonomi tumbuh dengan baik. Namun jika melihat situasi akibat kebijakan nasional ini malah bisa menurunkan daya beli masyarakat.

“Ini yang mungkin harus dibijaki oleh pemerintah. Sebab dominasi perekonomian masyarakat Indonesia ada di bagian menengah. Jika masyarakat ekonomi menengah menahan uangnya untuk dibelanjakan, maka situasi ini akan melemahkan perputaran ekonomi. Termasuk di Pontianak ini,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Pontianak juga mesti melihat kondisi ini. Mesti ada langkah agar perekonomian di Pontianak tetap stabil. Sebab pendapatan pajak di Kota Pontianak sebagian dari jasa layanan dan hiburan.(iza)

Editor : A'an
#DPRD kota pontianak #pasar #Perekenomian