Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Februari 2025 Inflasi Kalbar Capai 0,04 Persen, Kenaikan Harga Dipengaruhi Transportasi dan Bahan Pangan

A'an • Minggu, 9 Maret 2025 | 14:00 WIB
BPS Kalbar
BPS Kalbar

 

PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 0,04 persen pada Februari 2025. Inflasi ini ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,49 pada Februari 2024 menjadi 105,53 pada Februari 2025. Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/m-to-m) dan sejak awal tahun (year-to-date/y-to-d), terjadi deflasi masing-masing sebesar 0,04 persen dan 1,21 persen.

Kepala BPS Kalimantan Barat, Muhammad Saichudin, mengungkapkan bahwa inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan tertinggi sebesar 3,84 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (3,70 persen), serta kelompok transportasi (2,57 persen).

“Angkutan udara menjadi salah satu komoditas utama yang memberikan andil terhadap inflasi, selain emas perhiasan, minyak goreng, cabai rawit, kopi bubuk, dan beberapa komoditas pangan lainnya,” ujar Saichudin dalam berita resmi statistik baru-baru ini.

Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun signifikan sebesar 15,53 persen serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,29 persen. Beberapa komoditas yang menyumbang deflasi y-on-y di antaranya adalah tarif listrik, tomat, beras, daging ayam ras, ketimun, dan ikan tenggiri.

Untuk tingkat deflasi m-to-m pada Februari 2025 yang sebesar 0,04 persen, komoditas yang berkontribusi terhadap penurunan harga meliputi tarif listrik, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, sawi hijau, ikan tongkol, dan tomat. Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi m-to-m antara lain angkutan udara, cabai rawit, udang basah, wortel, kangkung, bayam, cabai merah, emas perhiasan, ikan nila, dan minyak goreng.

Dengan kondisi inflasi yang relatif stabil ini, BPS Kalimantan Barat terus memantau perkembangan harga berbagai komoditas guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebijakan ekonomi daerah dapat disesuaikan secara tepat guna mengantisipasi potensi gejolak harga di masa mendatang. (mse)

Editor : A'an
#bps kalbar #sembako #bapok #inflasi