PONTIANAK POST - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Barat (Kalbar), Ani Sofian menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar telah membuka formasi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2024 sebanyak 1.579 formasi.
Formasi tersebut terdiri dari 60 formasi untuk CPNS dan 1.519 formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Formasi CPNS terdiri dari 21 tenaga kesehatan dan 39 tenaga teknis. Sementara itu, formasi PPPK terbagi atas 427 guru, 14 tenaga kesehatan, dan 1.078 tenaga teknis,” jelas Ani melalui keterangan tertulis, Senin (10/3).
Dari hasil seleksi CASN periode I, lanjut dia, tercatat ada 51 orang yang lulus sebagai CPNS. Terdiri dari 18 tenaga kesehatan, dan 33 tenaga teknis. Sementara itu, sebanyak 1.226 peserta dinyatakan lulus sebagai PPPK dengan rincian 191 guru, 10 tenaga kesehatan, dan 1.025 tenaga teknis.
Meski begitu, masih terdapat 293 formasi yang belum terisi. Rencananya, seleksi untuk formasi tersebut akan digelar periode II, pada April 2025. “Formasi yang tersisa mencakup 236 guru, empat tenaga kesehatan, dan 53 tenaga teknis,” ungkap Ani.
Ani menegaskan, meskipun terjadi penundaan dalam pengangkatan CPNS dan PPPK yang telah dinyatakan lulus tahun 2024 lalu, pemerintah menjamin tenaga honorer tidak akan kehilangan haknya. Keputusan ini merupakan kesepakatan antara Komisi II DPR RI, Menteri PAN RB, dan Kepala BKN.
Pemerintah berharap kebijakan ini memberikan kepastian bagi tenaga honorer, serta memastikan seleksi CASN 2024 berjalan sesuai rencana tanpa ada pihak yang dirugikan.
“Para tenaga honorer yang lulus CPNS maupun PPPK tetap bekerja seperti biasa dan akan tetap menerima gaji. Bahkan, bagi tenaga honorer yang lulus PPPK tetapi sudah mendekati batas usia maksimal pada tahun 2026, pemerintah akan memberikan kebijakan khusus agar mereka bisa tetap bekerja dengan masa kontrak tambahan satu tahun,” pungkasnya.(bar)
Editor : A'an