Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bahasan: Efisiensi Anggaran Pusat Belum Terasa, Pemkot Siapkan Strategi Antisipasi Lesu Ekonomi

A'an • Selasa, 11 Maret 2025 | 11:42 WIB

 

Bahasan, Wakil Wali Kota Pontianak. (IST)
Bahasan, Wakil Wali Kota Pontianak. (IST)

PONTIANAK POST - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan melihat sejauh ini efek domino dari kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat belum terlalu berdampak untuk iklim perekonomian di kota ini.

Meski demikian, Pemkot Pontianak akan mengambil ancang-ancang, jika skema yang terjadi pada perekonomian di Pontianak lesu dan tak sesuai harapan.

“Sejauh ini geliat usaha di Kota Pontianak masih dalam keadaan baik. Usaha-usaha milik pelaku usaha, seperti warung kopi, kafe dan restoran terpantau ramai. Mudah-mudahan iklim usahanya terus bergeliat,” kata Bahasan, Senin (10/3).

Dia melihat, khususnya di Pulau Jawa cukup banyak perusahaan besar mengalami kebangkrutan. Secara detail penyebab terjadinya hal ini dia kurang diketahui. Ia berharap, kejadian ini tidak terjadi di Pontianak.

Dia melanjutkan Pemkot Pontianak sejauh ini terus melihat perkembangan dunia usaha secara keseluruhan dan masih dalam keadaan baik. Jikapun terdapat pemberhentian sepihak pada karyawan, Bahasan minta Dinas Tenaga Kerja langsung merespon dengan berkoordinasi bersama perusahaan yang memberikan kerja karyawan untuk mencari solusi bersama.

Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menekankan agar Pemkot dapat melihat rentetan dari kebijakan-kebijakan pemerintah pusat saat ini. Seperti PHK massal Sritex di Pulau Jawa, pastinya akan berimbas masalahnya. Pengangguran terbuka akan menghadang di depan mata.

Di Pontianak dimintanya, Dinas Tenaga Kerja aktif melakukan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan. Dia berharap, tak ada satu perusahaan pun melakukan pemberhentian kerja pada karyawannya.

Begitu pula untuk usaha warung kopi, kafe dan restoran, diharapnya pengunjung tetap stabil. Saat ini ritme ekonomi harus dijaga. Sebab ketika daya beli masyarakat Pontianak menurun akan berpengaruh pada pelaku usaha.

Jika kesemuanya mengalami penurunan pendapatan, juga akan berpengaruh pada target Pendapatan Asli Daerah yang sudah dipatok tahun ini.

Baca Juga: BPS Catat Produksi Padi di Kalbar Naik Signifikan Selama Tahun 2024

“Mudah-mudahan tidak berpengaruh. Kalaupun ada pengaruh, sudah semestinya Pemkot menyiapkan skema untuk mengatasi persoalan ini,” katanya.(iza)

Editor : A'an
#pemkot pontianak #Bahasan #efisiensi anggaran