PONTIANAK POST – Ketua DPD Partai Golkar Kalimantan Barat (Kalbar), Maman Abdurahman, menyambut baik dukungan dari organisasi masyarakat (ormas) Pendiri-Didirikan, pengurus partai di tingkat kabupaten/kota, dan DPD tingkat II yang merekomendasikannya kembali memimpin partai untuk periode 2025-2030.
Namun, Maman mengaku belum mengambil keputusan final terkait hal tersebut. Hanya memang bakalan jadi pertimbangannya pada Musda DPD Golkar Kalbar dalam waktu dekat ini.
"Tentunya sebagai ketua partai dan Menteri, dukungan ini akan jadi pertimbangan yang cukup penting dan harus saya sikapi," ujar Maman, yang juga menjabat sebagai Menteri UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) RI ini.
Animo dukungan tersebut disampaikan para kader dan pengurus Golkar di berbagai tingkatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kalbar yang jadwalnya masih belum pasti. Meski demikian, Maman menegaskan bahwa jadwal pasti Musda Golkar Kalbar masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. "Kita masih menunggu jadwal dari DPP," tegasnya.
Maman menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh jajaran partai di tingkat kabupaten dan kota serta ormas pendukung didirikan dan mendirikan termasuk organisasi sayap. "Ini bentuk kepercayaan dari kader-kader partai di seluruh Kalbar. Saya menghargai dan berterima kasih atas aspirasi dan dukungan ini," katanya.
Meski mendapat dukungan luas, Maman menegaskan bahwa keputusannya untuk maju kembali sebagai ketua DPD Golkar Kalbar akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk tugasnya sebagai menteri. "Semua ini harus diputuskan dengan matang, mengingat tanggung jawab saya di tingkat nasional," pungkasnya.
Dinamika Ria Norsan, Gubernur Kalbar Status Keanggotaan dan Check and Balance
Selain isu kepemimpinan, Maman juga angkat bicara terkait status Gubernur Kalbar, Ria Norsan, yang hingga kini masih tercatat sebagai kader Partai Golkar. "Sampai sejauh ini dan sepemahaman saya, status keanggotaan Ria Norsan, (Gubernur Kalbar terpilih) masih sebagai kader Partai Golkar. Tapi terkait kepengurusannya di Partai Golkar memang waktu itu kita terpaksa mengambil keputusan berbeda. Ini kan dalam rangka menghormati keputusan partai," ucapnya. "Hal-hal yang lain, saya pikir itu semua tergantung kepada Pak Norsan (Ria Norsan) ya kan, bagaimana-bagaimana," timpal dia.
Dia menegaskan bahwa komunikasi dengan Ria Norsan tetap berjalan baik, meski sebelumnya Golkar dan Ria Norsan bersaing ketat di Pilkada Serentak Kalbar 2024 lalu. "Tapi sih Alhamdulillah sampai sejauh ini komunikasi kita bagus," ucapnya.
Maman mengibaratkan kompetisi politik seperti "pertandingan biliar" yang menuntut sportivitas. "Jadi pada saat diri kita memutuskan untuk bertanding, kita fight till the end. Tapi pada saat sudah ada keputusan siapa yang menang, siapa yang kalah, ya kita harus sportif. Kita (Golkar) harus saling mendukung untuk membesarkan Kalbar, bukan diri sendiri," ujarnya.
Maman melanjutkan sedari awal telah disampaikan bahwa kepengurusan Partai Golkar Kalbar telah menyampaikan ucapan selamat kepada Ria Norsan, Gubernur Kalbar terpilih. "Apapun program Pak Norsan, yang kita anggap baik untuk masyarakat Kalimantan Barat wajib kita dukung dong. Tapi tentunya, manusia itu kan gak ada yang sempurna. Sama kayak saya juga. Saya kan sebagai menteri, bukan menteri yang sempurna butuh juga banyak masukan dan kritikan agar program-program untuk masyarakat terkawal dengan baik," kata dia.
Maman menyatakan kesediaan Golkar Kalbar untuk mendukung program-program Ria Norsan yang dinilai baik bagi masyarakat. Namun, ia juga menekankan pentingnya check and balance. "Jika ada hal yang perlu dikritisi secara konstruktif, kami (Golkar) akan lakukan. Ini prinsip yang sama seperti saat saya bekerja sebagai menteri. Teman-teman di dewan (DPR RI) kan juga memberikan kritikan konstruktif. Lakukan Check and Balance. Jadi artinya sebagai check and balance itu penting," tegasnya.(den)
Editor : A'an