Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Wali Kota Pontianak Resmikan ILP di Tiga Puskesmas, Akses Kesehatan Kian Mudah

Miftahul Khair • Sabtu, 15 Maret 2025 | 14:17 WIB
MENINJAU: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau pelayanan Puskesmas Tanjung Hulu.
MENINJAU: Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau pelayanan Puskesmas Tanjung Hulu.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meresmikan tiga unit gedung dan integrasi layanan primer (ILP) masing-masing di Puskesmas Tanjung Hulu di Kecamatan Pontianak Timur, Puskesmas Telaga Biru dan Puskesmas Siantan Hulu di Pontianak Utara.

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

EDI menuturkan kehadiran ILP di tiga puskesmas ini sebagai upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan ILP dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Tidak hanya gedung baru, tetapi pelayanannya juga harus meningkat. Bisa memberikan pelayanan terbaik masyarakat di wilayah masing-masing. Tentunya Pemkot Pontianak berkomitmen meningkatkan indeks pelayanan kesehatan,” ujarnya didampingi Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan usai meresmikan secara simbolis dan meninjau ILP di UPT Puskesmas Tanjung Hulu Jalan Ya’m Sabran, Jumat (14/3).

Di tahun 2025, Pemkot Pontianak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak tengah melaksanakan pembangunan perbaikan di tiga puskesmas lainnya seperti Puskesmas Paris 2 di Kecamatan Pontianak Tenggara, Puskesmas Kom Yos Sudarso di Kecamatan Pontianak Barat serta Puskesmas Siantan Tengah di Kecamatan Pontianak Utara. Edi menambahkan, perbaikan puskesmas ke depan menyusul di tahun selanjutnya.

Sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 2015 Tahun 2023, ILP adalah sebuah upaya untuk menata dan mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup bagi perorangan, keluarga dan masyarakat. ILP dilaksanakan sepanjang proses, mulai dari janin, lahir, remaja, dewasa dan tua.

“ILP bertujuan untuk mendekatkan akses dan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif pada setiap fase kehidupan secara komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat,” imbuh Edi.

Ia berharap kehadiran ILP di Puskesmas Tanjung Hulu, Telaga Biru dan Siantan Hulu ini bisa menjadi terobosan penting dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih terpadu dan efisien kepada warga.

“Melalui ILP, kita ingin memastikan bahwa setiap warga mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas tanpa harus mengalami hambatan administratif atau teknis,” katanya.

Edi bilang program ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Pontianak untuk menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“ILP ini adalah jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi dalam pelayanan kesehatan dasar,” sebutnya.

Program ILP dirancang untuk menyatukan berbagai layanan kesehatan primer, seperti pemeriksaan rutin, imunisasi, konsultasi dokter, serta penanganan penyakit ringan hingga sedang, dalam satu sistem yang terintegrasi. 

 “Dengan adanya ILP, pasien tidak perlu lagi bolak-balik antar fasilitas kesehatan karena semua layanan dapat diakses di satu tempat,” ungkap Edi.

Kepala Dinkes Kota Pontianak Saptiko melanjutkan, terdapat tujuh puskesmas di beberapa wilayah yang akan terpilih untuk diperbaiki dalam roadmap. Targetnya selesai di tahun 2028.

“Kita akan berusaha untuk mencari anggaran baik dari pusat maupun daerah, insyaallah di tahun 2028 seluruh puskesmas sudah terbangun dengan bagus,” lanjutnya.

Apabila selama ini masyarakat ke puskesmas hanya untuk menerima obat saja, tetapi dengan adanya ILP akan membuka lebih banyak pelayanan yang berhubungan langsung dengan siklus hidup seseorang.

“Kalau dulu berobat dilayani periksa dan dapat oba saja, di ILP setiap datang akan diperiksa siklus hidupnya, ada ibu hamil, balita, remaja sampai kluster penyakit menular. Mereka yang datang juga akan dilakukan skrining penyakit apa ada selain keluhan sebagai upaya preventif,” paparnya.

Selain di puskesmas, ILP juga akan tersedia di posyandu di Kota Pontianak. Saptiko menyampaikan, di posyandu sudah menerapkan ILP.

“Jadi tidak ada terpisah antara posyandu ibu hamil, balita, remaja dan lansia. Semuanya digabung menjadi satu posyandu, pelayanan semuanya terintegrasi di situ,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa minta pelayanan di rumah sakit Kota Pontianak terus ditingkatkan. Dia pun ingin pelayanan untuk masyarakat pengguna BPJS Kesehatan dapat terlayani dengan cepat, sama dengan pasien umum.

“Pelayanan di RS Kota Pontianak harus terus ditingkatkan. Selain itu, petugas rumah sakit juga harus bisa memberi rasa nyaman pada semua pasien yang datang ke rumah sakit,” ujar Bebby kepada Pontianak Post, Jumat (14/3).

Dijelaskan dia, namanya orang sakit, sudah semestinya ketika mereka datang ke rumah sakit mesti dilayani dengan baik. Dia pun meminta pelayanan pasien mulai dari administrasi hingga di poli-poli dapat dilakukan dengan baik.

Kata Bebby tenaga kesehatan harus memberikan kenyamanan dan keramahan ketika melayani semua pasien. Terlebih pengguna BPJS Kesehatan. Mereka inikan sebetulnya juga membayar asuransi BPJS, sehingga sudah semestinya perlakuan pelayanan kesehatan dapat sama dengan pasien umum.

Lebih dalam soal alur dalam pelayanan di rumah sakit bisa diinformasikan kepada masyarakat umum. Sebab cukup banyak keluhan masyarakat ketika berobat belum paham dengan alurnya. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan hingga penebusan obat.

Baca Juga: Komisi Informasi Kalbar Dorong Transparansi Pertamina dalam Distribusi BBM dan LPG

Masyarakat Kota Pontianak harus diberikan pemahaman tersebut. Ini juga dalam upaya percepatan dan perbaikan pelayanan di rumah sakit. Bila mereka berobat sudah memahami tata cara berobat dengan mudah, dirasa Bebby kejadian keluhan masyarakat saat berada di rumah sakit tidak terjadi lagi.

Dia juga ingin stok obat di RS Kota Pontianak dapat tersedia. Sehingga ketika masyarakat selesai berobat, penebusan obatnya bisa langsung di sana. namun jika obat yang dicari tak tersedia dan harus menebus obat di apotek lain, kasihan masyarakat.

Apalagi obat tersebut ditanggung BPJS namun karena stok obatnya tidak ada sehingga masyarakat harus menebus obat di sana. Hal-hal seperti ini harus diperkecil persoalannya. Jangan sampai masyarakat datang ke rs negeri, yang ada justru mendapatkan keluhan. “Ketika orang sakit juga berpengaruh dengan psikologisnya, kalau pelayanannya bagus, saya pun yakin mereka juga akan cepat sembuh, makanya pelayanan di sana harus senyaman mungkin,” ungkapnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#layanan kesehatan #ilp #puskesmas #akses