Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Dinkes Kalbar Pastikan Takjil Tak Terkontaminasi Bahan Kimia Berbahaya

A'an • Senin, 17 Maret 2025 | 10:37 WIB

 

CEK: Pemeriksaan sekaligus uji sampel terhadap beberapa bahan pangan dan takjil yang dijajakan di sekitar Kota Pontianak, pada Kamis (13/3) lalu.
CEK: Pemeriksaan sekaligus uji sampel terhadap beberapa bahan pangan dan takjil yang dijajakan di sekitar Kota Pontianak, pada Kamis (13/3) lalu.

PONTIANAK POST - Dalam rangka menjaga keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan, Kementerian Kesehatan RI menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak guna melakukan pengawasan dan pemeriksaan sampel bahan pangan serta makan minum takjil. Giat pengawasan dan pemeriksaan ini dilakukan dengan menyasar jajanan yang dijual, pada Kamis (13/3).

JFT Adminkes Madya Kemenkes RI, Deky Virandola menjelaskan bahwa giat pengawasan dan pemeriksaan bahan pangan dan takjil ramadan ini merupakan giat rutin tahunan, sesuai dengan instruksi Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI.

“Pengawasan ini kita lakukan dalam rangka menjamin keamanan serta kualitas bahan pangan dan takjil yang dijual kepada masyarakat berdasarkan beberapa indikator,” ujar Deky.

“Mulai dari parameter biologi dari bahan pangan yang dijual, serta memastikan ada atau tidaknya kandungan bahan kimia seperti boraks atau formalin. Jadi kita lakukan uji petik terhadap sampel,” tanbahnya.

Dia menambahkan, hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini agar tak ada masyarakat yang mengalami keracunan atau gangguan kesehatan karena makanan siap saji yang dijual saat ramadan.

Kendati demikian, Deky menjelaskan efek kumulatif apabila masyarakat mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat kimia atau berbahaya lainnya.

“Mungkin tak langsung bereaksi. Namun jika dikonsumsi jangka panjang bisa memicu terjadinya masalah kesehatan, seperti kanker. Begitu pula apabila ada kandungan mikrobiologi seperti virus e.coli, itu bisa menyebabkan diare,” paparnya.

Disamping itu, dia juga memastikan dari beberapa bahan pangan dan takjil yang dijadikan uji sampel, semua pemeriksaan menunjukkan hasil negatif zat kimia alias aman dari formalin maupun boraks.

“Semua sampel yang kita uji menunjukkan negatif (formalin dan boraks) ya. Namun tadi kita lihat di beberapa lapak, masih ada beberapa yang dagangannya dikerubungi hewan penyebar penyakit seperti lalat,” ungkapnya.

“Ini juga bisa jadi perhatian, karena lalat juga bisa jadi penyebar mikrobiologi seperti bakteri dan ditakutkan bisa menyebar penyakit lewat makanan yang dijual,” timpalnya.

Lebih jauh, Deky juga berpesan kepada masyarakat untuk lebih jeli dalam memilih kudapan yang hendak dijadikan sebagai hidangan berbuka puasa. Termasuk dalam memilih lokasi tempat bahan pangan dan takjil yang dijual, mesti dalam ruang lingkup lingkungan yang bersih. (mse)

Editor : A'an
#Dinkes Kalbar #ramadan #Takjil