"Baru-baru ini kejadian pengemis meminta dengan cara memaksa konsumen yang tengah makan. Aktivitas seperti ini pastinya meresahkan"
Bebby Nailufa
PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa melihat peredaran pengemis di kota ini semakin meningkat pada bulan puasa. Parahnya lagi, aktivitas pengemis justru makin meresahkan, karena meminta dengan cara memaksa masyarakat untuk memberikan uang.
“Baru-baru ini kejadian pengemis meminta dengan cara memaksa konsumen yang tengah makan. Aktivitas seperti ini pastinya meresahkan. Terlebih di Pontianak, kota yang sebagian besar pajak daerahnya berasal dari pelayanan barang dan jasa,” kata Bebby kepada Pontianak Post, Selasa (25/3).
Bebby melihat, aktivitas pengemis di Pontianak saat bulan puasa makin meningkat. Beberapa waktu lalu, dia melewati salah satu jalan di Kota Pontianak, tampak para pengemis duduk di trotoar jalan. Mereka menunggu masyarakat memberikan uang.
Dari aturan Pemkot Pontianak, sudah jelas jika masyarakat tak diperbolehkan memberikan uang kepada pengemis. Terlebih bagi pengemis yang beraktivitas di lampu merah jalan-jalan utama.
Belum selesai mengentaskan pengemis kambuhan di lampu merah jalan utama, kini muncul kembali pengemis dengan meminta uang memaksa kepada konsumen. Dia pun berharap, dinas terkait serius dalam menangani persoalan pengemis dan gepeng ini. Sebab aktivitas ini kambuhan, ketika tidak ada tindakan maka aktivitasnya akan kembali berjalan.
Upaya Pemerintah Kota Pontianak dengan melakukan penindakan termasuk memasukkan para pengemis ke PLAT, juga dipertanyakan. Sebab ketika penindakan berjalan lalu temuan pengemis yang kedapatan saat operasi petugas dari Pemkot Pontianak, orangnya itu-itu saja, berarti intervensi Pemkot juga menjadi pertanyaan.
Dia juga mempertanyakan, tumbuh suburnya aktivitas pengemis di Pontianak ini apakah mereka berasal dari Kota Pontianak, atau berasal dari daerah lain. Jika kebanyakan pengemis berasal dari Pontianak, jelas ini merupakan persoalan serius dan harus ada intervensi untuk mencari jalan keluar dari persoalan sosial yang terjadi kini.
Terlebih dengan kondisi perekonomian saat ini, persoalan sosial menjadi perhatian Bebby. Sebab ketika masyarakat sulit mendapatkan pekerjaan, yang terjadi ke depan akan berpengaruh pada meningkatnya angka pengangguran. Jika sudah di tahap ini, efek dominonya akan banyak dirasakan oleh Pemkot Pontianak.
Mulai dari angka kriminalitas meningkat sampai dengan persoalan pengemis yang semakin banyak di jalan-jalan Pontianak. “Berbagai persoalan sosial ini harus kita cari solusinya. Jangan sampai pengemis semakin banyak beraktivitas,” katanya.
Baca Juga: Adu Layangan Menjadi Sumber Keresahan di Pontianak
Salah satu warga Kota Pontianak, Eri memandang persoalan pengemis jangan dilihat sebelah mata. Dengan meningkatnya aktivitas pengemis, mungkin menandakan jika kota ini juga semakin pelik persoalan sosialnya.
Bagi masyarakat, keberadaan pengemis dan gepeng ini juga mengganggu. Terlebih jika meminta uang dengan memaksa masyarakat. Kejadian itu betul-betul meresahkan.
“Pemkot Pontianak sebaiknya membuat satgas pemantauan pengemis dan gepeng. Selain itu, pemkot juga bisa membentuk tim pakar, dalam perumusan untuk pengentasan berbagai persoalan sosial di Pontianak,” pinta warga.(iza)
Editor : A'an