Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Pensiunan Guru Selamat dari Penipuan ‘Petugas Taspen’ Berkat Gaptek

Chairunnisya PP • Jumat, 4 April 2025 | 13:42 WIB
Ilustrasi penipuan dan penggelapan uang. (IST)
Ilustrasi penipuan dan penggelapan uang. (IST)

PONTIANAK POST - Seorang pensiunan guru, Fatmawati hampir kehilangan uang tabungannya setelah mendapat telepon dari 'petugas Taspen'. Dia berhasil selamat dari korban penipuan karena gaptek (gagap teknologi).

Kejadian bermula ketika Fatmawati mendapatkan pesan WhatsApp dari 'Taspen' pada 30 Maret 2025 atau sehari sebelum Idulfitri.

Pesan tersebut berisi data lengkap dirinya yakni nama, tanggal lahir, NIK, nama bank tempat menabung, dan alamatnya. Kemudian, dia diminta melakukan pembaharuan data.

Karena tidak mengerti banyak soal aplikasi di telepon seluler dan kurang lancar dalam menggunakan pesan WhatsApp, Fatmawati pun mengabaikan pesan itu.

Dia pun menunggu anaknya datang. Ketika anaknya, Mutia, datang, Fatmawati segera menunjukkan pesan yang diterimanya.

Selang beberapa lama, telepon pun masuk dari seseorang yang mengaku sebagai petugas Taspen.

"Saya angkat. Ibu saya diminta memperbaharui data," ujar Mutia.

Mutia pun sempat mengikuti instruksi dari penelepon. Kendati demikian, dia sempat merasa curiga, karena orang tersebut menanyakan merek telepon seluler milik ibunya.

"Saat dia mengarahkan, saya heran, kok nanya HP apa yang saya gunakan. Selain itu, disuruh masuk ke Google, dan disuruh pilih link dengan keterangan tanpa pengaman. Karena curiga, telepon langsung saya matikan," tutur Mutia.

Lantas, Mutia pun mencari nomor Taspen pusat yang bisa dihubungi. Dia pun mengonfirmasi mengenai kejadian yang dialaminya.

"Ternyata penipuan. Saya langsung diarahkan Taspen untuk menghubungi pihak bank untuk blokir atm dan tabungan. Nanti setelah cuti lebaran, baru langsung datang ke bank untuk urusan selanjutnya. Semoga aman," jelas Mutia.

Mutia menambahkan, ibunya termasuk gagap teknologi. Sehingga handphone yang dimilikinya tak memiliki mobile banking, tak memiliki aplikasi identifikasi diri pertiga bulan dari Taspen, dan tidak memiliki aplikasi berisi data-data pribadi lainnya. Bahkan, buat panggilan telepon berkamera pun sang ibu tidak bisa menggunakannya.

Semua aplikasi yang berhubungan dengan administrasi, termasuk untuk keperluan Taspen, menggunakan handphone anak-anaknya.

"Jadi hape ibu saya, selain WA, hanya berisi aplikasi games cucu-cucunya dan YouTube," pungkas Mutia. (uni)

Editor : Miftahul Khair
#penipuan #pensiunan #Taspen #whatsapp