PONTIANAK POST – Penjabat Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Kalimantan Barat, Wahyu Cundrik Pamungkas, menyambut positif berbagai agenda masyarakat yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar sepanjang bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Menurutnya, pemanfaatan Pendopo Gubernur sebagai pusat kegiatan masyarakat seperti salat tarawih berjamaah, tausiah nuzulul quran, hingga open house menyambut 1 Syawal, merupakan bukti nyata bahwa Gubernur Ria Norsan ingin menjadikan pendopo sebagai ruang terbuka bagi semua kalangan.
“Saya pikir itu bukti bahwa Gubernur Ria Norsan ingin menyampaikan pesan bahwa Pendopo Gubernur adalah Rumah Rakyat. Pada saat open house kemarin, semua lapisan masyarakat hadir dan berinteraksi dengan pemimpinnya,” ujar Wahyu Cundrik.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah menyiapkan fasilitas penunjang untuk menyambut antusiasme masyarakat, seperti tenda, panggung, dan hiburan sederhana berupa orgen tunggal.
Bahkan, panggung tersebut digunakan untuk mengumandangkan takbir oleh kelompok Sajadah Fajar pada malam 1 Syawal.
“Istilah ‘rumah rakyat’ yang disampaikan Pak Gubernur Ria Norsan memberi tanda bahwa pendopo bukanlah hanya milik pribadi gubernur dan para pejabat, tetapi juga milik seluruh warga Kalimantan Barat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wahyu mengajak masyarakat untuk bersabar dan memberikan waktu kepada duet kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan untuk merealisasikan visi-misi pembangunan Kalbar. Ia mengungkapkan bahwa keduanya masih harus menjalani pembekalan pasca pelantikan di Magelang.
“Insyaallah setelah Idulfitri akan ada gebrakan-gebrakan strategis yang menopang program-program sesuai visi misi kampanye,” tambahnya.
Wahyu juga mengimbau masyarakat untuk bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial dan tetap berperan aktif dalam mengawal pembangunan Kalbar secara bersama-sama.
Hal senada juga disampaikan oleh Tokoh Muda Landak, Tony Akbar, S.Pd, M.Pd yang menilai kegiatan open house di pendopo sebagai simbol kesetaraan dan kebersamaan antara pemimpin dan rakyat.
“Ini bentuk nyata dari keterbukaan dan kebersamaan yang patut kita apresiasi,” ujarnya. (mse)