PONTIANAK POST - Suasana Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah di Kota Pontianak kembali menghadirkan kemeriahan khas yang menjadi ciri budaya masyarakat. Ragam tradisi mulai dari Salat Id berjamaah di lapangan, gelar griya (open house) pejabat hingga dentuman meriam karbit memeriahkan perayaan lebaran di Kota PontianaBaca Juga: Polresta Pontianak Ungkap 23 Kasus Narkotikak.
Pada malam menjelang Idulfitri di Pontianak diwarnai dengan tradisi khas yang telah menjadi warisan budaya di kota ini. Sebanyak 236 meriam karbit yang dimainkan oleh 35 kelompok turut meramaikan Eksibisi Meriam Karbit yang digelar Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Bunyi dentuman dari moncong meriam karbit terdengar menggelegar di antara lantunan takbir, menandai datangnya hari kemenangan. Wali Kota Pontianak bersama sejumlah pejabat menyulut meriam karbit secara bergilir untuk meresmikan eksibisi yang digelar di tepian Sungai Kapuas, Gang Kejora, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur pada Minggu (30/3) malam.
"Kegiatan membunyikan meriam karbit pada malam Lebaran di setiap tahunnya, selain merupakan tradisi masyarakat Kota Pontianak, kegiatan ini sudah merupakan agenda tetap tahunan Pemerintah Kota Pontianak," ungkap Edi.
Di Hari Kemenangan tiba, ribuan jamaah memenuhi Jalan Rahadi Usman di depan Kantor Wali Kota Pontianak untuk melaksanakan Salat Id, Senin (31/3). Barisan shaf terisi penuh mulai dari depan Kantor Pos Lama hingga Bundaran Tugu Adipura depan Bank BNI. Tampak di deretan shaf depan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono dan Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Adhe Hariadi, serta sejumlah pejabat lainnya berbaur bersama jamaah.
Tepat pukul 07.00 WIB, ibadah dipimpin oleh Imam Ustaz Miftahuzzaman Al Hafiz dan dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh Ustaz KH Jalaludin Ahmad.
"Atas nama Pemerintah Kota Pontianak dan seluruh jajaran, saya bersama Pak Wakil Wali Kota mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin," ujar Wali Kota Edi Kamtono usai pelaksanaan salat.
Tak hanya meriam karbit, tradisi saling berkunjung di hari Lebaran menjadi ciri khas yang membuat Idulfitri di Pontianak istimewa. Di hari pertama lebaran, kediaman jabatan Wali Kota, Wakil Wali Kota dan Sekretaris Daerah Kota Pontianak menjadi tujuan silaturahmi warga dan pejabat serta para tokoh dalam tradisi gelar griya. Momen tahunan ini diyakini menjadi kesempatan penting untuk mempererat silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.
"Setelah satu bulan menjalankan ibadah puasa Ramadan, Idulfitri menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi. Saya berharap, dukungan dari masyarakat dan pejabat dapat mendorong Pontianak menjadi lebih maju," tuturnya.
Keunikan gelar griya kali ini terletak pada sajian khas yang disuguhkan, yaitu gudeg spesial khas Pontianak. "Gudeg ini spesial, dan kami menyajikannya dengan lontong, bukan nasi. Semoga bisa menjadi pengobat rindu bagi masyarakat Jawa di sini," tutupnya.
*) Narasi dan Foto : Prokopim Sekretariat Daerah Kota Pontianak
Editor : Hanif