Alya Khairunnisa alami bocor jantung sejak bayi. Bulan depan, murid kelas III sekolah dasar ini harus menjalani tindakan kateterisasi jantung di Rumah Sakit Harapan Kita sebelum menjalani operasi jantung yang kedua. Alya saat ini membutuhkan banyak tambahan biaya untuk pengobatannya.
MARSITA RIANDINI, Pontianak
PONTIANAK POST - Semula, Alya dikira mengalami penyakit lengkaok karena susah berjalan, lamban pertumbuhan serta suka sakit-sakitan dan sering membiru. Penyakit lengkaok merupakan istilah kampung yang saat ini masih digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
"Usia dua tahun ketahuannya. Keluhannya sesak nafas, kuku biru-biru, pokoknya nangis muka membiru. Sudah lama, hanya saja kami sebagai orang tua tidak tahu. Kata orang Melayu sini lengkaok," ungkap Warga Tanjung Raya 1 ini.
Melihat kondisi buah hatinya tak kunjung membaik, Alya pun dibawa ke rumah sakit. "Barulah ketahuan ternyata alami bocor jantung," timpalnya.
Tahun 2018, Alya menjalani operasi jantung bocor yang pertama. Operasi yang dijalani Alya diusia tiga tahun itu berjalan lancar. Keluhan seperti sesak nafas, kuku membiru mulai menunjukkan perubahan positif.
Bila sebelum operasi ia sulit untuk berjalan dan mudah lelah, kini keluhan itu berkurang. Alya sudah bisa beraktivitas baik di rumah, bermain maupun ke sekolah. Hanya saja, ia harus membatasi ruang gerak agar tidak mengalami kelelahan dan mempengaruhi kondisi jantungnya.
Tahun 2021, mestinya Alya harus menjalani operasi kedua. Saat itu kondisi keluarganya begitu sulit. Bukan hanya dari segi biaya, tetapi juga pandemi korona yang menyerang dunia. Pengobatan Alya harus tertunda, bahkan sampai sekarang. Orang tuanya masih belum memiliki biaya yang cukup untuk pengobatan anak semata wayangnya ini. Apalagi pengobatan Alya harus dilakukan di luar Kalbar, tentu memakan biaya untuk transportasi juga penginapan.
"Seharusnya ia operasi kedua itu tahun 2021. Tapi ekonomi kami juga susah," kata Andi, Ayah Alya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek.
Dari usia tiga hingga 10 tahun, Alya menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD DR. Soedarso. Ia harus rutin mengonsumsi obat, terutama obat pengencer darah untuk mencegah penyumbatan ring yang dipasang di jantung pada operasi pertama.
Andi berharap, biaya pengobatan Alya bisa terpenuhi. Rencananya, kata dia bulan depan Alya akan diterbangkan ke Rumah Sakit Harapan Kita untuk menjalani tindakan kateterisasi jantung.
Pemasangan kateter jantung adalah prosedur untuk memasukkan selang melalui pembuluh darah di lengan atau selangkangan, kemudian diarahkan ke jantung. Tujuannya adalah untuk mendeteksi dan mengatasi berbagai penyakit jantung.
"Nah setelah kateter ini ada pengobatan lanjutan, pembedahan lagi operasi lanjutan," pungkasnya. (*)
Editor : Hanif