Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Sutarmidji: Koperasi Merah Putih Siap Serap Tiga Juta Naker dan Pulihkan Ekonomi Desa!

Idil Aqsa Akbary • Selasa, 15 April 2025 | 09:38 WIB
H. Sutardmiji, Gubernur Pontianak Periode 2018 - 2023
H. Sutardmiji, Gubernur Pontianak Periode 2018 - 2023

PONTIANAK POST - Mantan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2018-2023, Sutarmidji menyatakan dukungannya terhadap rencana pembentukan Koperasi Merah Putih di desa-desa oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, koperasi ini bisa menjadi solusi nyata bagi persoalan ekonomi masyarakat desa.

“Koperasi Merah Putih ini adalah lembaga yang sangat cepat bisa menyediakan lapangan kerja yang dibutuhkan oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkapnya, Senin (14/4).

Sutarmidji menyebut, jika koperasi ini benar-benar dibentuk secara masif dan profesional, potensi serapan tenaga kerjanya bisa mencapai jutaan orang. Bahkan, jika satu koperasi saja dikelola oleh 10 orang, dengan target 60 ribu koperasi di desa-desa produktif, maka bisa membuka hingga 600 ribu lapangan kerja langsung.

Angka itu belum termasuk tenaga kerja tidak langsung dari sektor transportasi, logistik, hingga distribusi pangan dan komoditas subsidi, seperti raskin dan lain sebagainya. Seandainya koperasi ini bisa menggerakkan 100 ribu truk angkutan untuk operasionalnya, maka ia menghitung ada ratusan ribu tenaga kerja yang bisa dipekerjakan.

“Kalau Koperasi Merah Putih ini ada 500 koperasi yang memerlukan usaha berupa transportasi angkutan berupa truk, maka satu truk minimal bisa mempekerjakan dua orang yakni sopir dan kernet. Artinya bisa berapa banyak itu (pekerja),” paparnya.

Ia menekankan, koperasi ini harus difokuskan di desa-desa padat penduduk atau wilayah dengan potensi produksi pangan dan perkebunan tinggi. Di sisi lain, menurutnya tidak semua desa cocok, terutama yang penduduknya tidak sampai 1.500 orang.

“Utamakan daerah-daerah yang punya penduduk padat. Kemudian desa-desa yang punya hasil produksi pangan, perkebunan, dan lain sebagainya,” ucapnya.

Midji-sapaan karibnya menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih juga bisa menjadi pemain penting dalam distribusi elpiji, pupuk, raskin, hingga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bahkan, ia mendorong agar koperasi ini bisa menjadi perpanjangan tangan dari Bulog dalam menyerap gabah petani, serta mendistribusikan produk-produk bahan pokok.

“Kalau koperasi ini diberi kewenangan untuk distribusi elpiji, pupuk dan sebagainya, maka itu akan menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Kalau seandainya mereka bisa menyerap gabah petani kemudian menjadi perpanjangan tangan dari Bulog, ini akan bagus. Itu perkiraan saya bisa sampai 2,5-3 juta tenaga kerja ikutannya,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia membayangkan koperasi ini bisa menjadi pesaing ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret. Menurutnya, dengan menyediakan minimarket yang dikelola langsung oleh koperasi, distribusi bahan-bahan kebutuhan pokok dan lainnya akan lebih efisien serta tepat sasaran.

“Yang paling bagus, Koperasi Merah Putih ini harus bisa menjadi pesaing dari Alfamart dan Indomaret. Kalau bisa koperasi itu bisa kerja sama dengan Bulog dan kembalikan Bulog untuk menjaga stabilitas (penyalur) bahan-bahan pokok,” paparnya.

Ia juga menilai koperasi ini bisa mendukung program makan bergizi gratis, membantu percepatan distribusi obat-obatan, bahkan mempercepat akses internet di desa-desa blank spot. Namun ia menegaskan, kuncinya adalah pengelolaan yang profesional dan melibatkan anak muda.

“Sehingga tujuan dari presiden membentuk Koperasi Merah Putih ini sangat tepat. Pekerjakan sarjana-sarjana kita, kalau perlu rekrut saja mahasiswa-mahasiswa yang sudah hampir selesai kuliahnya, biarkan mereka mengelolanya,” sarannya.

Midji juga mengingatkan agar Koperasi Merah Putih tidak bersaing dengan BUMDes, melainkan menjadi mitra. Ia mengakui banyak BUMDes yang “hidup segan mati tak mau”, tapi tetap bisa diberdayakan jika bersinergi dengan koperasi. “BUMDes ini jangan dibubarkan, tetap saja berjalan, tapi pandai-pandai mencari peluang. Jadi Koperasi ini harus jadi sebagai mitranya BUMDes,” tutupnya. (bar)

Editor : Hanif
#Prabowo Subianto #Koperasi #KUR #ekonomi masyarakat desa #Koperasi Merah Putih #sutarmidji