PONTIANAK POST - Persiapan keberangkatan jemaah haji 2025 terus dimatangkan. Jemaah haji Kalbar tahun ini mendapat kuota sebanyak 2.529 orang, dengan 2.301 orang di antaranya telah melakukan pelunasan biaya haji per tanggal 14 April 2025.
Selain itu, terdapat 302 orang jemaah cadangan yang siap menggantikan jika terjadi pengunduran diri dari jemaah utama. Masa pelunasan biaya haji terakhir dijadwalkan hingga 17 April 2025. Rapat perdana pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji Provinsi Kalimantan Barat Tahun 1446 H/2025 M telah digelar.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis mengatakan teris mematangkan kesiapan Asrama Haji Pontianak sebagai titik awal proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji asal Kalimantan Barat.
Ia menegaskan bahwa segala fasilitas dan layanan di Asrama Haji Pontianak telah disiapkan dengan maksimal untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para jemaah.
Jemaah haji Kalbar akan diberangkatkan melalui Embarkasi Batam dan sebelumnya akan memasuki Asrama Haji Pontianak mulai tanggal 21-26 Mei 2025. Jemaah akan diberangkatkan ke Batam dengan tiga penerbangan Sriwijaya Air pada 22 Mei 2025, dan selanjutnya akan diterbangkan ke Tanah Suci pada 23 Mei 2025 sebagai bagian dari gelombang kedua keberangkatan nasional.
Komposisi kelompok terbang (kloter) juga telah disusun berdasarkan jadwal keberangkatan masing-masing rombongan yakni sebanyak 6 kloter. Persiapan teknis lainnya termasuk penentuan pembimbing, tenaga kesehatan, dan penyusunan kegiatan bimbingan manasik haji bagi jemaah juga telah dilakukan.
Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kalbar Mulyadi menyampaikan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan aspek akomodasi dan transportasi lokal bagi jemaah. Ia juga menegaskan pentingnya pelunasan biaya transportasi lokal oleh seluruh jemaah sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Rapat perdana telah dilakukan juga menjadi forum dialog teknis antara berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk unsur dari Kemenag, pemerintah daerah, biro perjalanan, serta lembaga pendukung lainnya.
Adapun pelaksanaan haji tahun ini mengusung tema “Haji Ramah Lansia dan Disabilitas”, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberagaman kondisi jemaah dan upaya menciptakan pelayanan haji yang lebih inklusif.
Diharapkan, dengan sinergi yang kuat antarinstansi, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar, serta memberikan pengalaman spiritual yang berkesan bagi seluruh jemaah.(mrd)
Editor : Hanif