PONTIANAK POST - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak melakukan penyusunan rencana strategis penanganan bencana untuk lima tahun ke depan. Secara keseluruhan konsentrasi pencegahan bencana di Kota Pontianak merujuk pada penanganan banjir.
“Tujuan BPBD Kota Pontianak di kegiatan ini untuk menampung semua aspirasi, masukan, serta saran para peserta. Di sini kami juga menyusun rencana strategis penanganan bencana di Pontianak untuk ke lima tahun ke depan,” ujar Kepala BPBD Kota Pontianak Nasir kepada Pontianak Post, Selasa (15/4).
Dari hasil rencana strategis ini akan menjadi landasan BPBD Pontianak untuk menguatkan aturannya secara yuridis. Yaitu dalam bentuk regulasi seperti Perda, Perwa dan perencanaan lain secara sosiologis.
“Makanya kami rangkum betul-betul pandangan dari masyarakat hingga para pakar itu di sini. Termasuk di Musrenbang kemarin, dengan melihat lagi visi dan misi kepala daerah,” ujarnya.
Diakui dia dalam penanganan bencana, penting dilakukan mitigasi bencana. Dengan adanya sebuah perencanaan penanganan bencana, ketika bencana terjadi BPBD pun siap melakukan berbagai langkah mencegah terjadinya banyak korban ketika bencana melanda kota ini.
Sebagai upayanya, BPBD telah melakukan pendekatan dengan prinsip berdasar kawasan. Dimulai dari Kelurahan Tangguh. Selain BPBD, Dinsos telah berbuat hal sama, dengan membentuk kampung siaga bencana serta lumbung sosial di Posyandu. “Pendekatan kawasan itu sudah kita lakukan. Mitigasi lainnya dengan meningkatkan SDM,” katanya.
Dia mengakui untuk penanganan tanggap bencana hingga relokasi sejauh ini memang Pemkot Pontianak belum memiliki gedung tanggap bencana. Meski demikian BPBD pernah merelokasi masyarakat ketika kejadian banjir di Parit Bentasan dulu. Dalam penanganannya korban terdampak diungsikan ke Kantor Lurah Siantan Hulu.
Memang sejauh ini belum terpikirkan untuk membuat satu gedung tanggap bencana di Pontianak, dikarenakan sejauh ini kejadian bencana di Pontianak belum sampai pada taraf parah.
Apalagi jika dibanding dengan kejadian bencana di daerah lain di Kalbar yang mengharuskan warganya diungsikan. Tetapi penting kiranya untuk melakukan mitigasi dari sekarang. Termasuk kesiapan gedung tanggap bencana ini.
Sebab banyak faktor kejadian bencana bisa terjadi. Mulai dari perubahan iklim, keadaan alam di beberapa daerah tetangga yang berpotensi besar membuat Kota Pontianak ikut terimbas bencana.
“Kalau sekarang bencana di Pontianak ini memang banjir. Ini menjadi perhatian serius. Sebab jika melihat ketinggian air dengan dataran dari tahun ke tahun, memang terus menunjukkan peningkatan. Kini permukaan laut dengan daratan di Pontianak berjarak 1,8 meter. Kalau dulu masih 1,5 meter. Artinya kita memang harus melakukan mitigasi terutama terhadap bencana banjir,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif