PONTIANAK POST - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Rita Hastarita merespon positif terkait dorongan Wakil Ketua DPRD Pontianak yang akan mendorong pembangunan SMP di kawasan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara. Akan lebih baik lagi, jika pembangunan sekolah tersebut berkonsep terpadu.
“Dorongan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak agar dikawasan Batulayang Kecamatan Pontianak Utara dibangun SMP ini bagus. Mengingat dilokasi itu memang belum memiliki SMP. Akan lebih baik lagi jika konsep pembangunan sekolah di sana terpadu,” ujarnya kepada Pontianak Post, Jumat (18/4).
Seperti kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan Pemkot Pontianak, dimana beberapa sekolah dibangun dengan konsep terpadu. “Paling baru itu SMP 8 di Jalan Parit Haji Husin II, kita padukan dengan SMA 14 Kecamatan Pontianak Tenggara,” katanya.
Kata Rita, konsep sekolah terpadu bisa menjadi jawaban terhadap kurangnya jumlah sekolah SMP dan SMA di satu wilayah. Dengan adanya SMP dan SMA di satu tempat, dapat memudahkan para pelajar SMP yang sudah lulus. Sehingga ketika mau melanjutkan SMA bisa di sekolah tersebut.
“Mudah-mudahan saja kita masih memiliki aset disana kalaupun tidak, solusi lainnya dengan membagi pakai antara aset kota dan provinsi. Kuncinya, sekolah terpadu bisa terbangun,” katanya.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Yoggy Perdana Putra memandang daerah Batulayang di Kecamatan Pontianak Utara masih kurang untuk fasilitas pendidikan. Terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP). Oleh sebab itu, dia akan mengupayakan di daerah tersebut ke depan dapat terbangun SMP.
“Ketika musim penerimaan siswa baru, saya banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat Batulayang. Mereka kesulitan untuk mencari sekolah terdekat, terutama SMP. Sudah semestinya pemerintah juga mengakomodir keluhan masyarakat disana, dengan membangun gedung SMP,” ujar Yoggy.
Dengan adanya SMP di sana, akan memudahkan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke lokasi paling dekat. Namun jika letak SMP cukup jauh dari daerah Batulayang, sudah seharusnya turut menjadi perhatian terutama Dinas Pendidikan mencarikan solusi dengan membangunkan SMP di sana.
Kemudian untuk SMA yang saat ini ranahnya ada di Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebetulnya kata Yoggy juga bisa dikolaborasikan. Caranya dengan membuat bangunan terpadu. Sehingga di lokasi tersebut selain ada SMP juga ada SMA-nya.
Dengan demikian, ketika pelajar tersebut lulus SMP bisa melanjutkan SMA di sekolah tersebut. Kendalanya saat ini, mungkin Pemerintah Kota Pontianak masih keterbatasan lahan terutama di daerah Batulayang.
“Ini jika provinsi memiliki lahan, mungkin juga bisa dikolaborasikan. Atau sebaliknya,” katanya. (iza)
Editor : Miftahul Khair