Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Kecelakaan Kapal hingga Banjir Mengancam Kalbar: Ini Catatan Anggota DPR RI dapil Kalbar di RDP

Deny Hamdani • Rabu, 23 April 2025 | 19:04 WIB

Syarif Abdullah Alkadrie,  anggota Komisi V DPR RI dapil Kalbar 1.
Syarif Abdullah Alkadrie, anggota Komisi V DPR RI dapil Kalbar 1.
 

PONTIANAK POST – Anggota Komisi V DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat 1, Syarif Abdullah Alkadrie menyoroti sejumlah isu penting terkait transportasi dan kondisi alam di wilayah Kalimantan Barat.

Dalam agenda Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Perhubungan, Kepala BMKG, serta Kepala BNPP Basarnas RI, ia mengungkapkan sejumlah catatan kritis yang perlu segera ditindaklanjuti.

Salah satu sorotan utama adalah mahalnya harga tiket pesawat rute Pontianak-Jakarta selama momen hari raya Idul Fitri lalu dan ritual sembayang kubur. Menurut Syarif, meski persiapan arus mudik tahun ini lebih baik dibandingkan sebelumnya, harga tiket kelas ekonomi saja bisa mencapai Rp2,5 juta, bahkan untuk kelas bisnis menyentuh angka Rp7 juta. "Ini harus menjadi perhatian serius Pak Menteri Perhubungan," tegasnya.

Tak hanya soal transportasi udara, politisi senior ini juga menyoroti masalah angkutan laut di Kalimantan Barat. Ia menyinggung pendangkalan alur Sungai Kapuas yang membuat kapal angkutan laut tertunda hingga satu hari lamanya, belum lama ini.

"Kondisi pengdangkalan sungai ini sudah berlangsung beberapa tahun tanpa solusi signifikan. Kami harap Menteri Perhubungan yang baru dapat mengambil langkah kongkret untuk mengatasi persoalan tersebut," ujarnya.

Syarif yang juga Ketua NasDem Kalbar ini mendorong percepatan optimalisasi operasional Pelabuhan Internasional Kijing, Mempawah. Menurutnya, pelabuhan ini memiliki potensi besar namun masih terkendala oleh sarana prasarana yang belum memadai.

"Perlu ada penekanan kepada pihak Pelindo sebagai pengelola agar pelabuhan ini bisa dimaksimalkan fungsinya," tambahnya.

Selain itu, ia menyinggung pentingnya pembukaan kembali rute penerbangan internasional dari Bandara Supadio Pontianak, terutama tujuan Kuching dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Saat ini, bandara tersebut sudah menjadi bandar udara pengumpan melayani rute penerbangan domestik ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Jogja, Bali, Semarang, Surabaya. Bahkan penerbangan dari dan ke Surabaya bisa tiga kali dalam seminggu.

"Kebutuhan konektivitas antara Kalbar dan Malaysia sangat besar, apalagi ini juga akan meningkatkan pendapatan bagi Angkasa Pura," ungkap Syarif.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang masih terus melanda Kalimantan Barat. Berdasarkan data BMKG, guyuran hujan deras diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Bahkan, banjir telah terjadi di beberapa wilayah seperti di Kabupaten Sanggau, meskipun skalanya kecil. Oleh karena itu, ia meminta Basarnas untuk terus memberikan update informasi kepada nelayan, pelaut, dan operator transportasi laut terkait kondisi perairan yang tengah mereka jalani.

"Kalimantan Barat merupakan wilayah perairan dengan ombak cukup tinggi. Kita tentu tidak ingin kecelakaan kapal motor dan nelayan yang sempat terjadi beberapa waktu lalu kembali terulang. Pengawasan terhadap keselamatan pelayaran harus ditingkatkan secara maksimal," tegasnya.

Dengan berbagai catatan penting yang disampaikan, Syarif berharap semua stakeholder terkait dapat bekerja sama untuk menyelesaikan tantangan-tantangan di Kalimantan Barat ini. (den)

Editor : Miftahul Khair
#tiket pesawat #DPR RI #kecelakaan kapal #kalbar #syarif abdullah alkadrie #banjir