PONTIANAK POST - Gubernur Kalbar, Ria Norsan mengimbau seluruh desa dan kelurahan agar tidak membiarkan lahan tidur terbengkalai. Menurutnya, memaksimalkan pemanfaatan lahan yang belum produktif sangat penting untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
"Petani harus tetap semangat, tidak bisa terus bergantung pada impor. Kalau bisa, justru harus mengekspor hasil pertanian," tegas Norsan saat menghadiri kegiatan Tanam Padi Serentak Nasional yang digelar Kementerian Pertanian, di Kota Singkawang, Rabu (23/4).
Kota Singkawang menjadi salah satu dari 14 provinsi yang berpartisipasi dalam aksi tanam padi serentak tersebut. Kegiatan berlangsung di lahan pertanian milik Kelompok Tani Hidup Baru, Jalan Raya Singkawang-Bengkayang, Kelurahan Pajintan, Kecamatan Singkawang Timur.
Gubernur Norsan hadir bersama Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dan Wakil Wali Kota, Muhammadin. Acara ini juga disaksikan secara virtual oleh ratusan kepala daerah dari seluruh Indonesia, dengan titik utama kegiatan berlokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Norsan menyebutkan bahwa pertanian sebagai sektor kunci dalam mewujudkan kedaulatan bangsa. Kemandirian dalam urusan pangan, energi, dan sumber daya air harus menjadi prioritas pembangunan nasional.
Sementara itu, Tjhai Chui Mie mengungkapkan bahwa luas lahan sawah di Singkawang pada 2024 mencapai 2.311 hektar, dengan luas tanam 3.724 hektar dan panen 3.492 hektar. Total produksi gabah kering giling mencapai 12.292 ton, yang jika dikonversikan menjadi beras setara 7.649 ton.
Namun, jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan konsumsi beras masyarakat Singkawang yang mencapai 20.275 ton per tahun.
"Artinya, kita masih menghadapi kekurangan sekitar 12.626 ton. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan produksi dalam negeri," ujar Tjhai.
Lanjut Tjhai Chui Mie, dengan adanya kegiatan tanam serentak ini, diharapkan semangat kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan pusat semakin kuat, guna mendorong tercapainya swasembada dan kemandirian pangan di masa mendatang. (mse)
Editor : Hanif