PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono minta Dinas Perhubungan dapat melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap kapal wisata susur sungai kapuas yang beroperasi.
Pengecekan kapal tersebut meliputi kondisi fisik kapal, hingga perlengkapan keselamatan yang disediakan untuk para wisatawan pengguna jasa kapal susur sungai.
“Saya minta Dishub melakukan pengecekan berkala pada pengoperasian jasa kapal wisata susur sungai. Kejadian tenggelamnya kapal akibat kebocoran di salah satu bagian kapal ini menjadi perhatian. Untung saja saat kejadian, kapal tidak tengah beroperasi membawa penumpang menyusuri sungai Kapuas,” kata Edi, Jumat (25/4).
Menurutnya, musibah tenggelamnya kapal wisata susur sungai menjadi pukulan telak di sektor wisata Pontianak. Sebab, selama ini pengoperasian kapal susur sungai juga menjadi andalan wisata yang ditawarkan ketika wisatawan datang ke Kota Pontianak.
Kejadian ini pinta Edi jangan terulang kembali. Sebagai antisipasi kejadian tersebut, Dishub perlu melakukan pengecekan kesiapan kapal penyedia jasa wisata susur sungai ini. Bagi kapal-kapal yang sudah di atas lima tahun, perlu dilakukan pengecekan. Terutama bagian-bagian rentan bocor untuk dilakukan pemeriksaan.
Paling ditakuti adalah ketika kapal tersebut berlayar membawa penumpang, tiba-tiba kapal bocor di tengah sungai. “Ini yang bahaya. Terlebih jika kondisi air sungai tengah pasang, arus dan gelombang akan sedikit kuat. Makanya keamanan dan kenyaman juga mesti diperhatikan,” pintanya.
Dia pun tak mau, akibat kejadian ini, sektor wisata susur sungai mengalami penurunan angkutan penumpang. Makanya, hal-hal yang berkaitan dengan jasa wisata diminta Edi disiapkan betul-betul. Sebab Kota Pontianak ini menawarkan banyak jasa dan pelayanan dalam mendapatkan pendapatan. Sehingga hal sekecil apapun mesti disiapkan dengan baik.
Apalagi belum lama ini, area Makam Kesultanan Pontianak di Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara sudah rampung dikerjakan. Akes tepian sungai di sana, akan menawarkan sensasi baru bagi wisatawan yang datang ke sini.
Untuk menuju ke sana, aksesnya juga bisa menggunakan transportasi sungai. Artinya, ini juga peluang bagi pelaku usaha wisata susur sungai untuk mendapatkan rezeki.
“Kami (Pemkot Pontianak) berupaya dalam melakukan peningkatan penunjang kawasan wisata di Pontianak. Tinggal sekarang teman-teman pelaku jasa wisata dapat memanfaatkannya dengan baik. Semuanya harus disinergikan,” katanya.
Sebelumnya Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin sudah mengingatkan dinas terkait untuk melakukan pengawasan berkala terhadap pengoperasian kapal wisata di Sungai Kapuas. Dalam pengawasan tersebut, difokuskan pada kelengkapan pengoperasian kapal, mulai dari kondisi kapal hingga perlengkapan keselamatan.
Dia mendorong agar dinas terkait selalu melakukan pengecekan berkala terhadap keberadaan kapal-kapal wisata yang beroperasi ini. Seperti pengecekan kondisi kapal, apakah masih layak jalan atau tidak. Kemudian perangkat penunjang yang mesti mereka siapkan, seperti keamanan para penumpang ketika melakukan susur sungai. Hal-hal sekecil apapun harus dicek.
Tujuannya kata dia untuk memberikan rasa nyaman dan aman pada para penumpang ketika menikmati susur sungai menggunakan kapal wisata.
“Harapannya, setelah menaiki kapal wisata, mereka memiliki pengalaman yang tak terlupa. Sekembali mereka ke daerah masing-masing, maka pengalaman ini akan diceritakannya kepada kerabat. Kemudian mereka bisa datang lagi ke Pontianak,” katanya. (iza)
Editor : Miftahul Khair