Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kesatu Kalimantan Barat Bersinergi Dukung Pejuang Kanker

Marsita Riandini • Senin, 28 April 2025 | 10:50 WIB
SALING BANTU: Halal bi halal Komunitas Kepedulian Saling Bantu (Kesatu) Kalbar, Minggu (27/4).
SALING BANTU: Halal bi halal Komunitas Kepedulian Saling Bantu (Kesatu) Kalbar, Minggu (27/4).

Dalam rangka mendukung pejuang kanker, komunitas Kepedulian Saling Bantu (Kesatu) Kalbar dicetuskan untuk memberikan dukungan emosional, sosial, dan spiritual kepada pasien kanker.


PONTIANAK POST - Komunitas ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini kanker dan mendukung pasien kanker dalam menjalani pengobatan. Saat ini, ada 250 pejuang kanker yang tergabung dalam Kesatu. Bahkan ada dari mereka yang sudah berjuang puluhan tahun.

Ketua Umum Kesatu Kalbar, Yanieta Arbiastutie Kamtono mengatakan jumlah pejuang kanker di Kalimantan Barat terus bertambah. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penderita kanker, mulai dari perubahan gaya hidup, genetik, hingga keterlambatan diagnosa.

Mereka yang tergabung dalam komunitas ini dapat mengakses informasi pengobatan dan manajemen kanker. Berbagi pengalaman dengan sesama pasien kanker dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan.

"Dengan dukungan yang tepat, pasien kanker dapat meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup mereka, terutama dalam menjalani rutinitas di masyarakat," ujarnya Minggu (27/4) pada acara silaturahmi kepengurusan dan program Kesatu dalam mendukung layanan kanker di Kalbar.

Yanieta menyadari, keberadaan Kesatu baru dua tahun. Masih membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk masyarakat dan stakeholder sehingga Kesatu bisa menyentuh pejuang kanker disetiap kabupaten. "Harapan kami tentu memiliki semacam cabang di setiap kabupaten/kota,"ulasnya.

Rumah Sakit Soedarso melalui layanan Kanker,Jantung-Stroke, Uronefro (KJSU) - Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi angin segar bagi pejuang kanker.Program ini bukan hanya fokus pada penguatan layanan medis, tetapi juga mengedepankan aspek promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan, peningkatan akses. 

Drg.Hary Agung Tjahyadi selaku Direktur RSUD dr. Soedarso mengatakan layanan KSJU dirancang untuk mendukung pasien kanker dalam menjalani pengobatan, termasuk kemoterapi, serta memberikan edukasi tentang manajemen kanker dan gaya hidup sehat.

Apalagi jumlah kunjungan pasien kian meningkat. "Kunjungan pasien kanker di RS Soedarso meningkat ini sebenarnya linear dengan penambahan jumlah layanan. Di dua tahun terakhir ini, RS Soedarso mengembangkan  layanan KJSU-KIA (Kesehatan Ibu dan Anak),"ujarnya.

Dalam memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Soedarso juga telah menyiapkan SDM yang mumpuni, peralatan kesehatan yang memadai dan sarana prasarana yang memadai untuk menambah jenis layanan baru. Kondisi ini, kata Hary mengurangi jumlah rujukan.

Hary mengapresiasi Kesatu Kalbar yang mendukung pejuang kanker. Menurutnya, pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam penanganan kanker adalah untuk mencegah terjadinya kanker dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Pendekatan promotif berfokus pada promosi kesehatan, seperti sosialisasi gaya hidup sehat, sementara preventif berfokus pada pencegahan penyakit, seperti deteksi dini kanker.  Keduanya sangat penting dan bisa dilakukan oleh siapa saja dan komunitas apa saja termasuk Kesatu Kalbar. "Ini memudahkan pejuang kanker survive dan hidup seperti masyarakat lainnya," pungkasnya. (mrd)

Editor : Hanif
#pengobatan #dukungan sosial #pasien kanker #KIA #kalbar #spiritual #kjsu #pejuang kanker #komunitas #rsud dr soedarso