Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Jalan di Ketapang Rusak Akibat Praktik ODOL, Pemprov Alokasikan Rp42 Miliar untuk Perbaikan

Idil Aqsa Akbary • Rabu, 30 April 2025 | 10:27 WIB
SOSIALISASI: Unit patroli Satlantas Polres Singkawang melakukan sosialisasi tertib lalu lintas dan imbauan penertiban kendaraan ODOL. IST
SOSIALISASI: Unit patroli Satlantas Polres Singkawang melakukan sosialisasi tertib lalu lintas dan imbauan penertiban kendaraan ODOL. IST

PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya membenahi infrastruktur jalan di seluruh wilayah. Dua ruas jalan strategis di Kabupaten Ketapang menjadi prioritas perbaikan tahun 2025, yakni ruas Kendawangan–Pesaguan dan ruas Batas Kota–Pesaguan.

“Penanganan ruas jalan provinsi di Ketapang, yakni Kendawangan–Pesaguan, kita rencanakan tahun ini. Yang kemarin sempat gagal lewat IJD disebabkan efisiensi, ruas ini kita anggarkan sekitar Rp26 miliar. Fokusnya menangani kondisi jalan rusak berat, seperti di Sungai Nanjung,” kata Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen, saat diwawancarai kemarin.

Ia menjelaskan, ruas Kendawangan–Pesaguan sepanjang 65 kilometer itu sebelumnya sempat ditangani secara bertahap melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) pada 2023–2024. Namun karena efisiensi anggaran nasional tahun 2025, Pemprov memutuskan mengambil alih penanganannya melalui APBD.

Selain ruas tersebut, Pemprov juga mengalokasikan anggaran Rp16 miliar untuk perbaikan ruas Batas Kota–Pesaguan yang juga mengalami kerusakan berat.

“Selanjutnya penanganan kami lanjut di lokasi Pelang, arah Pesaguan (ruas jalan batas kota Ketapang–Pesaguan) itu juga rusak berat. Dari Pelang ke Tumbang Titi itu jalan kabupaten. Pemprov Kalbar, menangani dari Batas Kota ke Pesaguan, dan sudah dialokasikan sekitar Rp16 miliar,” ujarnya.

Dengan total anggaran mencapai Rp42 miliar, Pemprov Kalbar menargetkan kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat bisa segera diperbaiki. Iskandar menyebut langkah ini merupakan bagian dari program kerja 100 hari Gubernur, dan Wakil Gubernur (Wagub) Kalbar terpilih, Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan.

“Kami usulkan anggaran itu untuk tahun 2025 dan, alhamdulillah, sudah disetujui pimpinan untuk dialokasikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iskandar memastikan bahwa Pemprov terus memberi perhatian serius terhadap konektivitas antar wilayah di Kalbar. Ia menekankan pentingnya jaringan jalan yang terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami ingin kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat bisa teratasi. Kami memastikan Pemprov akan terus memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur. Kami mau jalan-jalan provinsi terintegrasi, tidak ada jalan yang putus. Untuk di Kabupaten Ketapang kita ingin dari Tumbang Titi, Pesaguan, Kendawangan, sampai Manis Mata, semua jalannya kondisi baik, dan bahkan mantap, agar pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat,” paparnya.

Pihaknya juga menggarisbawahi perlunya kesadaran bersama dalam menjaga kondisi jalan, termasuk dengan mencegah praktik kendaraan over dimension overload (ODOL) yang kerap merusak jalan.

“Kami berharap semua pihak bisa menjaga kondisi jalan. Kesadaran dari pengguna jalan sangat penting untuk mendukung pemeliharaan. Jangan sampai jalan yang telah dibangun malah rusak lagi akibat aktivitas kendaraan ODOL,” tandasnya.

Iskandar juga menyampaikan bahwa arahan Gubernur, Ria Norsan, dan Wagub, Krisantus Kurniawan sangat jelas. Yakni pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintahan mereka.

“Bapak Gubernur Ria Norsan dan Bapak Wagub Krisantus Kurniawan memberikan arahan yang sangat jelas, bahwa pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas utama. Beliau-beliau menekankan pentingnya mempercepat perbaikan jalan provinsi untuk membuka akses wilayah-wilayah,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Iskandar menyebut bahwa pembangunan infrastruktur ini bertujuan langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Beliau-beliau menegaskan jalan-jalan yang baik harus mempercepat distribusi barang, memudahkan akses pendidikan, memperlancar pelayanan kesehatan, dan membuka peluang ekonomi baru. Ini bukan hanya tentang beton dan aspal, tapi soal meningkatkan kualitas hidup rakyat Kalbar,” tegasnya.

Iskandar memastikan, Pemprov terus memperbesar alokasi anggaran infrastruktur dan memperketat pengawasan pelaksanaannya agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jalan-jalan provinsi harus terintegrasi, konektivitas antar daerah terjamin, dan pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah terus bergerak maju,” pungkasnya.(bar)

Editor : Hanif
#Alokasikan Dana #42 Miliar #jalan rusak #odol #Perbaikan #ketapang #pemkab ketapang