PONTIANAK POST - Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson menegaskan pentingnya kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah untuk mendorong kemajuan daerah. Ia menyebut, Hari Buruh Internasional atau May Day menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi tiga pilar utama pembangunan ekonomi tersebut.
"Kita hari ini memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day. Saya harapkan memang antara buruh, pengusaha, dan pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, terus berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemenuhan hak-hak buruh," ujar Harisson, Rabu (1/5).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Kalbar saat ini tercatat 4,9 persen, masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 5,2 persen. Padahal, Kalbar dibebani target ambisius, yakni menembus angka pertumbuhan ekonomi sebesar 7,9 persen pada 2029 mendatang.
"Untuk itu, Kalbar butuh investasi besar dari luar. Tapi investasi ini tidak boleh mandek, harus berproduksi. Hanya dengan cara itu kita bisa dorong pertumbuhan ekonomi menuju 7,9 persen," tegasnya.
Harisson menekankan, peran buruh, pengusaha, dan pemerintah sangat vital dalam menggerakkan investasi. Ia memastikan, Pemerintah Provinsi Kalbar berkomitmen penuh memfasilitasi masuknya investasi, mulai dari kemudahan perizinan hingga dukungan teknis di lapangan.
"Supaya ekonomi terus tumbuh, kami akan terus memantau, memfasilitasi, dan mempermudah perizinan investasi di Kalbar. Di saat yang sama, kami juga memastikan kesejahteraan dan hak-hak buruh tetap diperhatikan dan dipenuhi oleh setiap investor," pungkasnya.(bar)
Editor : Hanif