Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Nilai Ekspor Kalimantan Barat Turun 1,43% pada Maret 2025

Novantar Ramses Negara • Selasa, 6 Mei 2025 | 09:32 WIB
Ilustrasi ekspor.
Ilustrasi ekspor.

PONTIANAK POST – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat mencatat bahwa nilai ekspor daerah ini pada Maret 2025 mengalami penurunan sebesar 1,43 persen dibandingkan Februari 2025.

Kepala BPS Kalbar, Muh Saichudin menyampaikan, pada Februari ekspor tercatat sebesar 167,89 juta dolar AS, sedangkan pada Maret turun menjadi 165,49 juta dolar AS.

"Meski terjadi penurunan, ekspor Kalbar masih didominasi oleh tiga kelompok komoditas utama, yaitu bahan kimia anorganik (HS28) yang menyumbang 60,46 persen, lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) sebesar 19,31 persen, serta karet dan produk karet (HS40) yang berkontribusi 6,91 persen," jelas Saichudin dalam keterangannya di Pontianak.

Dari sisi negara tujuan, tiga negara terbesar yang menyerap produk ekspor Kalbar selama Maret 2025 adalah Oman, Islandia, dan Australia. Total nilai ekspor ke ketiganya mencapai 82,18 juta dolar AS atau sekitar 49,65 persen dari total keseluruhan.

"Ekspor ke Oman tercatat sebesar 32,56 juta dolar AS, ke Islandia 27,23 juta dolar AS, dan ke Australia sebesar 22,39 juta dolar AS," ujarnya.

Walaupun ketiga negara tujuan utama tersebut berasal dari benua yang berbeda, ekspor Kalbar tetap lebih banyak mengalir ke kawasan Asia. Enam negara utama di Asia menyumbang sekitar 58,14 persen dari total nilai ekspor, sementara negara seperti Islandia, Australia, dan Belanda menyumbang 33,16 persen, dan sisanya sebesar 8,70 persen berasal dari negara-negara lainnya.

Saichudin menilai bahwa struktur ekspor Kalbar masih sangat bergantung pada komoditas mentah dan setengah jadi, khususnya dari sektor kimia dan kelapa sawit. Hal ini menjadi sinyal penting bahwa pengembangan industri hilir perlu terus didorong.

"Ada peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi. Kita harus mengurangi ketergantungan pada ekspor berbasis volume dan mulai mengedepankan kualitas serta diversifikasi pasar tujuan," pungkasnya. (mse)

Editor : Hanif
#EKSPOR KALBAR #nilai ekspor #kalimantan barat #penurunan #bps